BENER MERIAH, INFONANGGROE – Warga Kabupaten Bener Meriah dihebohkan dengan beredarnya video pengeroyokan tiga remaja di sebuah masjid di Kecamatan Bener Kelipah. Kepolisian memastikan kasus ini telah ditangani dan mengimbau masyarakat agar tetap tenang.
Kapolsek Bandar Polres Bener Meriah, Ipda Gunawan AD, mengatakan pihaknya telah melakukan mediasi antara keluarga korban dan pelaku bersama aparat desa.
“Kami terus mencari solusi terbaik agar kasus ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Jika tidak ada kesepakatan, kami mempersilakan pihak keluarga korban untuk menempuh jalur hukum,” kata Gunawan, Rabu (5/3) dikutip lintasgayo.
Ia juga menegaskan bahwa aparat keamanan terus memantau perkembangan situasi dan mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang dapat memperkeruh keadaan.
Gunawan menjelaskan, peristiwa pengeroyokan terjadi pada Minggu dini hari (2/3). Tiga pelajar dari Kampung Bener Kelipah Selatan Candra (16), Hairul Hadi (16), dan Ikram (16) menjadi korban pemukulan oleh lima pelajar dari Kampung Gunung Musara.
Pelaku diketahui berinisial YN (16), TA (16), AK (16), RD (16), dan IN (16), yang merupakan warga Kampung Gunung Musara.
Mediasi telah dilakukan pada Selasa (4/3), antara pihak kepolisian, aparat desa, serta keluarga korban dan pelaku. Namun, situasi sempat memanas ketika ayah salah satu korban mengalami serangan jantung di tengah pertemuan.
“Orang tua korban datang dalam kondisi emosi. Saat aparat desa berusaha menenangkan, ia tiba-tiba mengalami sesak napas dan pingsan. Pihak keluarga segera membawanya pulang dan mendapatkan pemeriksaan dari bidan desa setempat, namun nyawanya tidak tertolong,” ujar Gunawan.
Polisi memastikan bahwa langkah hukum akan ditempuh jika mediasi tidak mencapai kesepakatan. Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.






