Senja di Dermaga (Tua) Lhok Krueng Raba Lhoknga

Senja di Dermaga (Tua) Lhok Krueng Raba Lhoknga
Nelayan menggunakan perahu tradisional. Foto: Yulfan

*) Oleh : Yulfan

Dermaga tua di Lhok Krueng Raba, Lhoknga, adalah tempat di mana waktu seolah berhenti, memberikan ruang bagi siapa saja yang ingin merasakan kedamaian di ujung hari. Ketika senja datang, langit di atas dermaga berubah menjadi kanvas besar yang dipenuhi warna jingga, merah muda, dan ungu yang memancar lembut, seolah-olah alam sedang melukis pemandangan terakhir sebelum malam tiba. Dermaga ini, meskipun tua tetap memiliki pesonanya sendiri, perahu-perahu nelayan yang kembali dari laut terlihat seperti bayangan kecil, membawa hasil tangkapan dan cerita dari samudra.

Bacaan Lainnya

Dermaga Laut Lhoknga adalah sebuah dermaga yang terletak di kawasan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Indonesia. Dermaga ini memiliki fungsi utama sebagai tempat berlabuhnya kapal nelayan dan kapal kecil lainnya yang beroperasi di sekitar perairan Aceh. Lokasinya strategis karena berada dekat dengan pantai dan kawasan wisata, menjadikan dermaga ini tidak hanya penting secara ekonomi untuk masyarakat lokal, tetapi juga memiliki daya tarik bagi wisatawan. Dermaga ini sering digunakan oleh nelayan untuk mengangkut hasil tangkapan laut Tangkapan ikan di Dermaga Lhoknga biasanya berasal dari perairan Samudra Hindia yang kaya akan biodiversitas laut. 

Nelayan setempat menggunakan perahu tradisional maupun kapal kecil untuk menangkap berbagai jenis ikan. Lhoknga sendiri terkenal dengan pantainya yang indah, gelombang ombak besar untuk berselancar, dan panorama alam yang asri. Dermaga ini biasanya ramai pada pagi hari ketika aktivitas nelayan berlangsung. Selain itu, wisatawan juga bisa melihat pemandangan matahari terbenam yang memukau di sekitar dermaga serta sebagai titik keberangkatan bagi wisata bahari, seperti snorkeling, diving, atau surfing. Tangkapan ikan di Dermaga Lhoknga biasanya berasal dari perairan Samudra Hindia yang kaya akan biodiversitas laut. Nelayan setempat menggunakan perahu tradisional maupun kapal kecil untuk menangkap berbagai jenis ikan.

Bukan hal baru, kebutuhan ini sudah lama disuarakan, tapi tidak tahu apa kendala sehingga dermaga ini tidak kunjung dibangun. Mungkin saja karena pembangunan dermaga berkaitan dengan kondisi kuala yang sering terjadi pendangkalan. Namun dunia sudah modern, secara teknis kendala itu bisa ditemukan solusi sejauh semua pihak mau secara meuseuraya (gotong royong) sesuai dengan kewenangan dan kapasitas masing-masing berjibaku dalam pembangunan dermaga dan kuala Lhoknga.

Untuk menangani pembangunan dermaga dan pengerukan kuala di Lhoknga, beberapa lembaga di tingkat Kabupaten, Provinsi, dan Pusat harus terlibat. Sebut saja Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Aceh Besar di level Pemerintah Kabupaten Aceh Besar sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam pengelolaan sumber daya perikanan, termasuk pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur seperti dermaga dan tanggul. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Aceh, untuk pengawasan dan memberikan dukungan untuk proyek pembangunan infrastruktur kelautan yang strategis di wilayah Aceh, di level Pemerintah Provinsi Aceh serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di level Pemerintah Pusat sebagai pelaksana utama pembangunan dermaga dan revitalisasi kawasan pesisir melalui dana bantuan atau program strategis nasional, mengingat pembangunan ini membutuhkan biaya besar.

Harumbia Panglima Laot Lhok Krueng Raba Lhoknga menyebutkan, rencana pembangunan dermaga ini pernah digagas, namun dermaga tanpa pengerukan kuala dan pembuatan tanggul (jeti), tidak terlalu berpengaruh pada penambahan jumlah dan jenis bot. perbaikan sarana dan prasarana TPI, dermaga dan kuala menjadi penting karena kegunaannya tidak hanya untuk nelayan lokal tapi juga untuk nelayan dari daerah lain, karena Kuala Lhoknga ini arusnya tidak terlalu kuat sehingga kapal atau bot bisa masuk melalui Kuala Lhoknga.

Untuk sekarang yang dibutuhkan adalah political will dari nahkoda baru Kabupaten Aceh Besar, semoga dermaga yang semakin lapuk ini terperbaiki, semakin ramai dan memberikan tambahan pendapatan untuk para nelayan Lhoknga khususnya.

*) PENULIS adalah Putra Lhoknga

 

Pos terkait