Pemuda Adakan FGD Setumpuk Masalah Aceh Tamiang Yang Belum Terselesaikan

Pemuda Adakan FGD Setumpuk Masalah Aceh Tamiang Yang Belum Terselesaikan

BANDA ACEH, INFONANGGROE – Pemuda Aceh Tamiang mengadakan kegiatan Focus Group Discussion dengan tema “Setumpuk Masalah Aceh Tamiang Yang Belum Terselesaikan” yang diadakan pada Hari Minggu 24 November 2024 pukul 20.00 hingga 23.30 Wib via Zoom Meeting.

Irfan Maulana, S.H., CPM., CPCLE yang merupakan inisiator sekaligus Moderator acara tersebut menyampaikan bahwa FGD yang diadakan menjadi tempat masyarakat Aceh Tamiang memaparkan keresahan dan masalah-masalah di Aceh Tamiang dari berbagai sektor dan wilayah dengan harapan segala masalah tersebut bisa tersampaikan kepada Bupati terpilih.

Bacaan Lainnya

“Kegiatan ini kita inisiasikan agar masyarakat Aceh Tamiang dapat menyampaikan keresahannya terhadap kondisi Aceh Tamiang selama ini yang belum terselesaikan”, ujar Irfan

Kegiatan FGD tersebut menjadi wadah masyarakat Aceh Tamiang memberikan suara, mengetahui keresahan masyarakat Tamiang, menghimpun aspirasi masyarakat Tamiang, memberikan masukan kepada pemerintah Tamiang dan mencari solusi terhadap masalah di Aceh Tamiang.

Adapun pemantik dalam FGD tersebut yaitu Lukmanul Hakim, M.H.I (Da’i/Dosen), Ir. Amrullah, S.T (Konsultan), Chairil Azhar, S.Sos (Ketum GARANG), Hendri Jarisnum, S.Sos (Pegiat Media Sosial), Eri Nurmansyah (Pegiat Seni), Nuriza Auliatami (Pegiat Budaya), Imam Moeslim, S.T (Akademisi/Praktisi K3), M. Irfan Firdaus (Pemuda Tamiang). Kemudian penanggap dari FGD tersebut adalah seluruh peserta yang bergabung.

“Hasil dari kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan akan di rangkum dan di susun dalam sebuah majalah/buku/booklet dan kemudian akan di serahkan kepada Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Aceh Tamiang dan pejabat lainnya”, tambah Irfan.

Banyak pihak yang mengapresiasi kegiatan tersebut karena sangat bermanfaat untuk masa depan Aceh Tamiang. Diharapkan kegiatan diskusi tematik sedemikian rupa sering dilakukan agar dapat membangun opini publik yang membangun.

Pos terkait