ACEH BESAR, INFONANGGROE – Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Aceh, Mellani Subarni Bustami berkunjung ke Posko Satgas Penanggulangan Bencana di Gampong Mon Ikeun, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. Jum’at, (9/8/2024).
Diketahui, kunjungan Pj. Ketua TP PKK Aceh tersebut untuk melihat langsung situasi terkini terkait bencana kekeringan yang melanda Kecamatan Lhoknga di Aceh Besar yang telah terjadi sejak Desember 2023 yang lalu.
Kunjungan Pj. Ketua TP PKK Aceh, Mellani Subarni Bustami turut didampingi Pj. TP PKK Aceh Besar Cut Rezky Handayani, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), BPBA, BPBD Aceh Besar, Dinas Sosial Aceh, Dinas Sosial Aceh Besar, Keuchik dan imum Mukim se-kecamatan Lhoknga.
Pj. Ketua TP PKK Aceh, Mellani Subarni Bustami mengatakan, bencana kekeringan di Kecamatan Lhoknga saat ini menjadi perhatian dari Pemerintah Aceh, oleh karena itu para Keuchik se-Kecamatan Lhoknga diminta untuk menyurati BPBA, terkait kebutuhan warga di masa tanggap darurat seperti tandon dan pembuatan sumur. “Silahkan Bapak keuchik menyurati BPBA untuk kebutuhan yang diperlukan, tapi untuk sumur bor kita survey dulu. Jika memerlukan tim survey silahkan surati BPBA kembali nanti kami akan bantu. Dan kepada masyarakat gampong Mon Ikeun bahwa musibah ini harus menjadi pelajaran bagi kita semuanya,” jelasnya.
Dalam kunjungannya, Mellani juga menyempatkan untuk berdialog bersama para Keuchik dan Imum Mukim se-kecamatan Lhoknga, terkait kendala yang dihadapi masyarakat Lhoknga. “Yang pada intinya Pemerintah Aceh tidak akan berdiam diri dalam hal ini, dan saya akan menyampaikan hasil kunjungan ini kepada bapak (PJ Gubernur Aceh),” pungkasnya.
Tuha Peut Gampong Mon Ikeun, Yulfan M.H, mengatakan dalam presentasinya kepada Ibu Pj. Gubernur Aceh dan para undangan, kebutuhan air per hari masyarakat Lhoknga berdasarkan data yang kami peroleh adalah 1.034.340 liter. Perhitungan ini berdasarkan kebutuhan standar minimum dan jumlah jiwa masyarakat Lhoknga.
Menurut Yulfan, suplai air yang diberikan Pemerintah melalui BPBD Aceh Besar berkisar antara 10.000 hingga 15.000 liter per gampong, artinya ketersediaan air yang dibutuhkan masih sangat jauh dari kata cukup, oleh karena itu penanggulangan bencana ini harus menjadi perhatian bersama khususnya Pemerintah Aceh.
Yulfan menambahkan, di masa tanggap darurat, pembuatan sumur bor dan pemasangan tandon air menjadi sangat penting dan harus segera dilakukan. Seharusnya dalam masa bencana, dialog-dialog seperti ini sangat penting karena banyak hal terkait dampak kekeringan dapat dibicarakan langsung dengan pihak pemerintah.
“Kedatangan Ibu PJ Gubernur, layaknya seorang ibu yang datang mendengar curhatan anaknya sendiri, oleh karena itu kami berharap dialog-dialog seperti ini dapat dilaksanakan di kesempatan yang lain,” pungkas Yulfan.
Kunjungan Mellani diakhiri dengan penyerahan bantuan langsung kepada Geuchik Gampong Mon Ikeun dan Geuchik Gampong Weu Raya berupa dua tandon air dan dua mobil tangki air. “Semoga bantuan ini bisa bermanfaat untuk masyarakat di gampong bapak-bapak,” tutup Mellani.






