Muktamar NU; Butuh Calon Alternatif

Jakarta, INFONANGGROE.com – Santri Muda Nahdlatul Ulama atau SMNU menggelar diskusi publik secara daring dengan tema ‘Muktamar NU, Menjaga Karomah NU’ menghadirkan narasumber Kyai Husny Mubarok Amir (Wakil ketua PWNU DKI Jakarta), Kyai Syaifuddin, M.E (Ketua PCNU Jakarta Pusat) dan M. Ainul Yaqin (Ketua Lakpesdam NU D.I. Yogyakarta). Kegiatan ini dipandu oleh moderator Gus Mahbub Ubaedi Alwi salah satu penggiat Santri Muda Nahdlatul Ulama Jawa Barat sekaligus pengurus PB PMII. Jakarta. Rabu, 24 November 2021

Acara ini disambut antusias oleh para peserta dan narasumber yang hadir, sebab tema yang diangkat menandakan bahwa perhelatan muktamar NU menjadi perhatian bagi banyak kalangan, bukan saja kalangan santri muda NU.

Bacaan Lainnya

Dalam pemaparannya, Kyai Syaifuddin menjelaskan bahwa kepemimpinan NU harus bisa menjadi rule model bagi kalangan milenial namun tetap karismatik. Apalagi menjelang muktamar NU, beliau mengajak teman-teman cabang sebagai pemilik suara muktamar untuk menciptakan suasana yang sejuk.

‘’tidak perlulah kita melakukan cara-cara diluar fatsun atau adab santri, cara-cara politik atau ormas non keagamaan’’. Tuturnya.

Sebab pastilah akan merusak karomah NU, partai mana yang tidak akan mendekat dengan NU? Ya karena karomah NU. Jangan sampai mereka dekat dengan kita malah kita ikut terbawa arus. Saya suka dengan kyai yang independen dan mandiri. Ucap Kyai Syaifuddin.

M. Ainul Yaqin sebagai ketua Lakpesdam NU D.I.Yogyakarta menyampaikan karakteristik kepemimpinan yang baik adalah pemimpin yang sudah selesai dengan dirinya sendiri, beliau mencontohkan figur Gus Dur atau KH. Abdurrahman Wahid yang telah memberikan tauladan dari kesederhanaanya namun pergerakannya tiada batas.

Dulu saya waktu mondok di tambak beras, melihat Gus Dur datang pengajian naiknya mobil L300 yang mungkin tidak ada AC nya, dan beliau beberapakali saya melihat di acara yang lain, nampaknya tidak risau atau mempermasalahkan soal itu. Belum lagi bagaimana cara Gus Dur bersilaturahim. Ucap M. Ainul Yakin.

Ketika disinggung terkait kepemimpinan NU yang akan datang, beliau lebih mengajak bahwa jangan sampai kita generasi muda terbawa arus yang mencoba membenturkan para tokoh NU dari latarbelakang organisasinya.

“Untuk menghindari head to head yang berdampak pada besarnya polarisasi, mungkin perlu adanya mekanisme atau cara lain sehingga memunculkan calon alternatif”. Tuturnya.

Dilain sisi, ketika ditanya terkait isu maju dan mundurnya Muktamar NU karena ada keputusan pemerintah terkait PPKM level 3 yang bertepatan dengan jadwal Muktamar 23-25 Desember nanti, Husny Mubarok, dalam keyakinannya menyampaikan bahwa para Kyai dan Ulama NU memiliki pemikiran yang matang dan hati-hati, baik maju atau mundur sama-sama memiliki tanggungjawab moral, para kyai dan pimpinan NU akan memutuskan pelaksanaan muktamar dengan mengedepankan kemaslahatan ummat.

Meskipun kalua kita simak dari media massa ada indikasi tidak menemukan kesepakatan, kalua boleh menerka bahwa pelaksanaan muktamar ini akan di undur. Saya melihat sendiri di Lampung kepanitiaan lokal masih pembangunan dan persiapan-persiapan lain. Saya meyakini sebagai pengurus NU DKI dan sebagai panitia Muktamar bahwa akan diundur. Pungkasnya.

Pos terkait