Aceh Besar, INFONAGGROE.com — Prestasi membanggakan ditorehkan Filza Taqiya, murid MAN 3 Aceh Besar. Ia berhasil meraih Juara III Lomba AI Prompt dalam rangkaian Management Informatics Festival (MANIFEST) 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Manajemen Informatika, Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh. Kamis 5 November 2025.
Capaian ini memiliki nilai tersendiri karena kompetisi tersebut terbuka untuk umum. Filza harus berhadapan dengan peserta dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa perguruan tinggi. Di tengah persaingan tersebut, siswi madrasah ini mampu menunjukkan kompetensi dan kreativitas hingga berhasil menempati posisi ketiga.
Berdasarkan informasi yang disampaikan guru pembimbing, Pebriyani Puspitasari, S.Sn., perjalanan Filza menuju podium juara diawali dengan keberhasilannya menembus tiga besar finalis. Panitia MANIFEST 2026 mengumumkan tiga peserta yang berhak melaju ke babak final, yakni Westindo Lie, Filza Taqiya, dan Dafin Wira Hadi.
Setelah melewati tahapan kompetisi, Filza berhasil memperoleh penghargaan Juara III dalam lomba yang menjadi bagian dari MANIFEST 2026 tersebut. Kegiatan tahun ini mengusung tema “Wonder Beyond Limits” dan menjadi ruang bagi peserta untuk mengeksplorasi kreativitas serta kemampuan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Kepala MAN 3 Aceh Besar, Ismail Darimi, S.Pd.I., M.Ag., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Filza. Ia menilai capaian tersebut bukan sekadar prestasi dalam sebuah perlombaan, melainkan bukti bahwa murid madrasah mampu bersaing dalam bidang teknologi dan inovasi, bahkan ketika berhadapan dengan peserta dari kalangan mahasiswa.
“Kami sangat mengapresiasi capaian Filza Taqiya. Meraih Juara III dalam kompetisi yang terbuka untuk umum, dengan peserta dari berbagai kalangan termasuk mahasiswa, merupakan pencapaian yang patut dibanggakan. Ini membuktikan bahwa murid madrasah memiliki potensi, kreativitas, dan kemampuan untuk berkompetisi di ruang yang lebih luas,” ujar Ismail.
Ia berharap prestasi tersebut menjadi motivasi bagi Filza untuk terus mengembangkan kemampuan, sekaligus menginspirasi murid MAN 3 Aceh Besar lainnya agar tidak ragu mengikuti kompetisi di bidang sains, teknologi, dan inovasi.
“Perkembangan kecerdasan buatan harus disikapi dengan kesiapan pengetahuan, kreativitas, dan tanggung jawab. Kita ingin murid madrasah tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami, mengembangkan, dan memanfaatkannya secara produktif serta beretika. Semoga capaian Filza menjadi awal dari lahirnya lebih banyak prestasi murid madrasah di tingkat yang lebih tinggi,” tambahnya.
Keberhasilan ini sekaligus memperlihatkan pentingnya pendampingan guru dalam membuka ruang eksplorasi bagi murid. Peran Pebriyani Puspitasari sebagai guru pembimbing menjadi bagian dari proses yang mengantarkan Filza mengikuti kompetisi hingga memperoleh penghargaan.
Di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin cepat, kemampuan menyusun instruksi atau prompt secara tepat menjadi salah satu keterampilan yang relevan. AI Prompt tidak hanya menuntut kecakapan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, memahami persoalan, merumuskan gagasan, dan menghasilkan keluaran yang sesuai dengan tujuan.
Bagi MAN 3 Aceh Besar, prestasi Filza menjadi penguat komitmen madrasah dalam membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter, tetapi juga mendorong penguasaan teknologi serta kesiapan menghadapi tantangan masa depan.
Prestasi tersebut sejalan dengan semangat MAN 3 Aceh Besar: Berilmu, Berakhlak, Berprestasi, Peduli Lingkungan.





