TAKENGON, INFONANGGROE.com – Plafon Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Datu Beru Takengon rubuh hingga menimpa seorang pasien bernama M Ali yang sedang dirawat di ruangan Kepies, Selasa (30/7/2019). Insiden itu menyebabkan pasien dan keluarga pasien mengalami shok.
Berdasarkan keterangan saksi mata, yang merupakan salah seorang keluarga pasien. Sukri mengatakan, kejadian tersebut terjadi secara spontan tanpa ada penyebab apapun. Pelafon ruangan tersebut rubuh berjatuhan hingga menimpa pasien yang sedang dirawat.
“Kejadiannya terjadi secara tiba-tiba, disaat kami sedang berbincang-bincang. Tiba-tiba atap ruangan berjatuhan hingga menimpa keluarga kami yang sedang dirawat inap disini,” ujar Sukri.
Akibat dari kejadian itu seluruh atap atau pelafon ruangan Kepies rumah sakit Datu Beru yang baru saja dinaikkan statusnya menjadi rumah sakit pendidik itu mengalami rusak parah.
Sementara dikonfirmasi secara terpisah, Dirut RSUD Datu Beru, Hadiyanis Sp.PD membenarkan musibah ambruknya plafon pada ruangan Kepies pada Selasa siang sekitar pukul 13.20 WIB.
Ia juga membenarkan salah seorang pasien yang sedang dirawat inap diruangan tersebut mengalami shok akibat terkejut dan juga luka ringan pada lengannya.
Namun Hardi membantah kalau kejadian ini disebabkan oleh kurangnya kualitas bangunan tersebut. Hardi berkilah kejadian ini disebabkan kelalaian kontraktor pada saat pemasangan tiang penyangga gorden pembatas antar pasien yang ada pada ruangan tersebut.
Seharusnya, kata Hardi, besi penyangga tirai gorden tidak disambungkan ke atap atau plafon ruangan secara langsung, sehingga dapat menimpbulkan kelebihan beban pada plafon dan terjadilah hal seperti ini.
“Ini bukan masalah kualitas bangunan, plafon itu berjenis PVC, yang berbahan plastik. Lalu disangkutkan besi penyangga gorden pembatas pasien, maka terjadilah kelebihan beban pada plafon sehingga ambruk. Jadi bukan karena kualitas,” ujar Hardi.
“Semua udah beres, kita sudah panggil tukang dan segera mengganti semua plafon yang ambruk. Begitu juga pasien yang menjadi korban, sudah kita lakukan perawatan, beliau hanya mengalami terkejut dan luka ringan,” pungkas Hardi.





