Dokter di Bandung Ditangkap Usai Diduga Cabuli Anak Kandung Berusia 3,5 Tahun

Dokter di Bandung Ditangkap Usai Diduga Cabuli Anak Kandung Berusia 3,5 Tahun
Ilustrasi (Foto: ChatGPT/HO Infonanggroe.com)

INFONANGGROE.COM – Seorang dokter berinisial IS (37) ditangkap polisi setelah diduga melakukan kekerasan seksual terhadap anak kandungnya yang masih berusia 3,5 tahun. Kasus ini terungkap setelah sang ibu mencurigai perubahan perilaku anaknya pada 13 Desember 2025.

Kecurigaan tersebut bermula ketika sang anak memperagakan adegan hubungan suami istri di hadapan ibunya. Saat ditanya mengenai asal pengetahuannya, anak itu menyebut pernah melihat adegan dewasa melalui ponsel milik ayahnya.

Bacaan Lainnya

Kekhawatiran sang ibu semakin besar ketika anaknya mengeluhkan rasa sakit pada bagian organ intim saat buang air kecil. Pemeriksaan awal kemudian menemukan kondisi yang menguatkan kecurigaan tersebut.

Pengacara Jabar Bantuan Hukum, Debi Agusfrinsa, menjelaskan bahwa ibu korban membawa anaknya untuk mendapatkan pemeriksaan medis setelah menemukan tanda yang mencurigakan pada tubuh sang anak.

“Terus dicek sama ibunya, itu agak lebam. Ibunya kemudian membawa pergilah ke dokter, dari dokter dilihat ada robekan 7 sentian (di bagian organ sensitif anak korban),” kata Debi Agusfrinsa, Selasa (20/10) kemarin, dikutip dari detikjabar.

Berdasarkan pendampingan yang dilakukan Jabar Bantuan Hukum, anak tersebut kemudian mengungkapkan bahwa dugaan perbuatan itu telah terjadi sejak November 2025. Lokasinya disebut berada di rumah maupun hotel.

Menurut penuturan anak kepada ibunya, dugaan tindakan tersebut terjadi ketika ayahnya sedang berselisih dengan sang istri. Dalam situasi itu, IS disebut membawa anaknya pergi ke hotel, memberikan mainan, lalu melakukan tindakan yang diduga merupakan kekerasan seksual.

Debi memaparkan kronologi yang disampaikan korban tersebut saat menjelaskan pola kejadian yang kini ditangani kepolisian.

“Jadi kalau misalnya berantem sama istrinya, dia tuh bawa kabur anaknya pergi ke hotel. Dari situ si anak cerita lah, diajak ke hotel sama ayahnya, dikasih mainan, terus melakukan itu,” ungkapnya.

IS diketahui berprofesi sebagai dokter dan memiliki klinik di Kota Bandung. Perkara ini sebelumnya telah dilaporkan kepada polisi pada akhir 2025. Namun, pihak keluarga menilai penanganannya belum memberikan hasil sesuai harapan.

Ibu korban kemudian mencari bantuan ke sejumlah pihak, termasuk Komnas PPA Pusat. Karena belum mendapatkan titik terang, ia akhirnya menemui anggota DPR RI Atalia Praratya bersama tim Jabar Bantuan Hukum pada Senin (19/10).

Debi mengatakan, kondisi psikologis ibu korban turut terdampak karena kebingungan mencari pihak yang dapat membantu penyelesaian kasus tersebut. Ia juga menjelaskan bahwa upaya pengaduan sebelumnya belum memberikan perkembangan yang diharapkan.

“Kalau secara psikologis, dia cerita sampai gemeter, kayak bingung mau ngadu ke siapa lagi. Karena dia tuh sebenarnya udah ngadu ke Komnas PPA Pusat, cuma dari Komnas hanya bisa sanggup untuk bersurat aja,” ucap Debi.

Kini, penanganan perkara tersebut berada di tangan Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Perlindungan Perdagangan Orang (PPO) Polda Jawa Barat. Direktur PPA dan PPO Polda Jabar, Kombes Pol Rumi Untari, membenarkan bahwa terduga pelaku telah diamankan.

Dalam keterangannya pada Rabu (21/10/2026), Rumi menyampaikan bahwa IS masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik.

“Sudah diamankan, saat ini masih menjalani pemeriksaan,” kata Rumi, Rabu (21/10/2026).

Penyidik masih mendalami keterangan terduga pelaku dan menunggu hasil visum sebelum menyampaikan perkembangan perkara secara resmi. Rumi mengatakan pihaknya akan menggelar rilis kasus setelah proses pendalaman tersebut.

“Kita juga masih nunggu visum. Nanti di ekpose,” tambahnya.

Pos terkait