Istri Petani di Pidie Lahirkan Bayi Kembar 4, Satu Meninggal Sebelum Melihat Dunia

Istri Petani di Pidie Lahirkan Bayi Kembar 4, Satu Meninggal Sebelum Melihat Dunia
BAYI KEMBAR EMPAT : Pasien Nadia Ulfa didampingi petugas kesehatan setelah melahirkan bayi kembar empat secara operasi caesar di RSU Citra Husada Sigli, Pidie, Minggu (30/8/2026). Dari empat bayi kembar dilahirkan satu dilaporkan meninggal dunia.Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Langka, Istri Petani di Pidie Melahirkan Bayi Kembar Empat, https://aceh.tribunnews.com/nanggroe/1042437/langka-istri-petani-di-pidie-melahirkan-bayi-kembar-empat?page=2. Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Nurul Hayati

INFONANGGROE.COM – Perasaan campur aduk antara bahagia dan duka tengah menyelimuti keluarga kecil Boihaqi (31) dan Nadia Ulfa (26). Pasangan suami istri asal Gampong Tunong, Kecamatan Glumpang Tiga, Pidie, ini baru saja menyambut kelahiran bidadari kembar empat mereka. Namun takdir berkata lain, satu dari empat bayi mungil tersebut mengembuskan napas terakhirnya saat masih di dalam kandungan.

Proses persalinan langka dan penuh perjuangan ini berlangsung di RSU Citra Husada Sigli pada Minggu (30/8/2026). Nadia yang merupakan istri seorang petani, terpaksa dilarikan ke rumah sakit dua hari sebelumnya karena terus-menerus diserang mual hebat.

Bacaan Lainnya

“Hasil diagnosa rumah sakit, Nadia Ulfa mengandung bayi kembar. Proses persalinan pun dilakukan secara prematur karena usia kehamilan masih 35 minggu, sementara normalnya 37 minggu,” jelas Kasubag Pelayanan Medis RSU Citra Husada Sigli, dr. Efi Nazaita Agustina, dikutip dari serambinews, Senin (7/9/2026).

Operasi caesar yang dipimpin oleh dr. Fitriana SpOG bersama tim medis ini dimulai pada pukul 17.30 WIB dan berlangsung menegangkan. Tepat pada bukaan pertama, bayi seberat 1.400 gram lahir. Hanya berselang dua menit, bayi kedua seberat 1.600 gram dikeluarkan, namun dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Proses terus berlanjut. Dua menit kemudian lahir bayi ketiga seberat 1.500 gram, disusul bayi keempat dengan berat 1.600 gram pada dua menit berikutnya. Keempat bayi kembar tersebut seluruhnya berjenis kelamin perempuan.

Lantaran terlahir prematur, ketiga bayi yang selamat membutuhkan perawatan intensif di dalam inkubator. Karena fasilitas di RSU Citra Husada penuh, pihak rumah sakit berinisiatif menitipkan ketiganya di RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli. Kini, setelah melewati masa observasi, kondisi ketiga bayi tersebut dinyatakan stabil dan sudah dibawa pulang ke rumah.

Bagi Nadia, ini adalah kehamilan ketiganya. Anak pertama dan keduanya kini masing-masing telah berusia lima dan dua tahun. Usut punya usut, kelahiran kembar empat ini ternyata dipengaruhi oleh faktor genetik. Sang nenek diketahui juga memiliki riwayat melahirkan bayi kembar.

Bagi pihak RSU Citra Husada, peristiwa ini menjadi sejarah tersendiri. “Ini kasus langka. RSU Citra Husada sudah berusia 13 tahun, dan baru kali ini kami menangani persalinan bayi kembar empat,” tambah dr. Efi.

Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan kehamilan secara berkala. Dokter Efi mengimbau para ibu hamil untuk disiplin melakukan kontrol rutin guna memantau kesehatan ibu dan janin, serta mendeteksi kemungkinan komplikasi sejak dini. Untuk perawatan sang bayi di rumah, tim medis menyarankan pemberian ASI perah (ASIP) atau susu formula sebagai pendamping.

Pos terkait