Kemenag Kucurkan Rp 11,6 Miliar, Secercah Harapan untuk Ratusan Masjid Terdampak Bencana di Aceh

Kemenag Kucurkan Rp 11,6 Miliar, Secercah Harapan untuk Ratusan Masjid Terdampak Bencana di Aceh
Foto: Kemenag salurkan bantuan tahap II sebesar Rp 11,628 miliar untuk 306 pemulihan masjid dan musala yang terdampak bencana di Aceh. (dok. Kemenag Aceh)

INFONANGGROE.COM – Ratusan rumah ibadah di Aceh yang sempat terpuruk dan rusak akibat terjangan banjir dan tanah longsor kini menatap secercah harapan. Upaya pemulihan pascabencana terus dikebut, salah satunya melalui kucuran dana segar dari Kementerian Agama (Kemenag) senilai total Rp11,628 miliar pada penyaluran bantuan tahap II.

Dana belasan miliar tersebut disiapkan secara khusus untuk memulihkan 306 masjid dan musala di Serambi Mekah. Nantinya, setiap rumah ibadah akan mengantongi bantuan sebesar Rp38 juta yang difokuskan untuk rehabilitasi ringan, serta pengadaan kembali perlengkapan ibadah yang rusak disapu bencana. Harapannya, denyut aktivitas keagamaan masyarakat bisa kembali normal.

Bacaan Lainnya

Saat ini, proses penyaluran dana tengah merampungkan tahapan administrasi. Pihak Kanwil Kemenag Aceh sedang melakukan pendataan intensif sekaligus mengumpulkan nomor rekening dari masing-masing pengurus masjid dan musala.

“Untuk tahap II saat ini kita sedang dalam proses meminta rekening masjid dan musala calon penerima. Setelah data rekening lengkap, selanjutnya akan diproses untuk penerbitan SK penerima bantuan di Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimas Islam,” terang Plt. Kabid Urais Kanwil Kemenag Aceh, Alfirdaus Putra, dikutip dari detiksumut, Jumat (4/9/2026).

Alfirdaus berharap pemberkasan administrasi ini tidak menemui kendala berarti agar dana bisa segera ditransfer. Begitu Surat Keputusan (SK) dari Ditjen Bimas Islam terbit, bantuan akan langsung disalurkan ke rekening penerima untuk mempercepat pemulihan fungsi rumah ibadah.

Sebelumnya, penyerahan bantuan secara simbolis telah dilakukan oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Islam Kemenag, Abu Rokhmad. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Alfirdaus bersama Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Aceh Tamiang, Salamina.

Penyaluran ini merupakan kelanjutan dari komitmen pemerintah. Pada tahap pertama, Kemenag telah lebih dulu merampungkan penyaluran dana sebesar Rp3,75 miliar untuk 85 masjid dan musala yang juga menjadi korban amukan alam di Aceh.

Pentingnya Pendekatan Ekoteologi

Meski pemerintah terus menggelontorkan dana pemulihan miliaran rupiah, Dirjen Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad, memberikan catatan kritis. Menurutnya, penanganan pascabencana tidak akan pernah cukup jika hanya berfokus pada pembangunan fisik semata.

Ia menegaskan, rentetan bencana yang terjadi seharusnya menjadi momentum refleksi diri bagi manusia terkait hubungannya dengan alam.

“Seberapapun besar bantuan dan canggihnya teknologi yang diturunkan, tidak akan bisa menggantikan perubahan perilaku kita terhadap alam. Bantuan puluhan miliar itu tidak ada artinya jika kita tidak menghentikan kerusakan dan tidak mulai menjaga lingkungan dari hal-hal kecil,” tegas Abu Rokhmad.

Sebagai langkah preventif ke depan, Abu Rokhmad mendorong penerapan nilai-nilai ekoteologi. Pendekatan ini bertujuan membangun kesadaran spiritual umat beragama bahwa menjaga kelestarian alam adalah bagian tak terpisahkan dari tugas pokok manusia sebagai khalifah (pemimpin) di muka bumi.

“Nilai-nilai agama perlu terus dihadirkan dalam upaya menjaga lingkungan. Kepedulian terhadap alam tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat, termasuk melalui peran rumah ibadah dan para tokoh agama,” pungkasnya.

Pos terkait