Tikar Pandan Akan Menggelar Dialog Kebudayaan di Lampuuk Bersama Nezar Patria

Tikar Pandan Akan Menggelar Dialog Kebudayaan di Lampuuk Bersama Nezar Patria

Membuka ruang suara bagi beragam komunitas Aceh untuk berbagi catatan, pengalaman, dan imajinasi tentang kebudayaan

BANDA ACEH – Komunitas Tikar Pandan akan menggelar Dialog Kebudayaan bersama Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Wamen Komdigi RI), pada Jumat, 4 September 2026, di Sekolah Adat Srimusim – Komunitas Tikar Pandan, Lampuuk.

Bacaan Lainnya

Mengusung tema “Merawat Kebudayaan, Membuka Ruang Suara, dan Membagi Imajinasi”, dialog ini akan mempertemukan beragam unsur yang memiliki perhatian dan pengalaman dalam kehidupan kebudayaan Aceh. Akademisi, lembaga adat, komunitas budaya, seniman, mahasiswa, generasi muda, masyarakat sipil, pelaku teknologi digital, media, hingga masyarakat Lampuuk akan hadir dalam satu ruang percakapan.

Kegiatan ini tidak dirancang sebagai seminar dengan pola paparan dan tanya jawab. Dialog Kebudayaan disiapkan sebagai ruang terbuka untuk saling mendengar, tempat berbagai pengalaman, ingatan, persoalan, gagasan, harapan, dan imajinasi tentang kebudayaan dapat dibawa dan dipertemukan.

Dengan demikian, dialog ini sekaligus membuka Ruang Suara Kebudayaan-ruang bagi berbagai komunitas dan individu untuk menyampaikan apa yang mereka lihat, rasakan, pikirkan, dan bayangkan mengenai kebudayaan Aceh.

Salah satu pintu masuknya adalah Ruang Catatan Kebudayaan.
Sebelum kegiatan berlangsung, peserta menyampaikan catatan melalui formulir daring. Catatan dapat berupa pengalaman, ingatan, persoalan, gagasan, harapan, pengetahuan lokal, praktik kebudayaan, maupun pandangan mengenai masa depan kebudayaan.

Catatan yang masuk akan dikurasi dan diformulasikan secara editorial dengan tetap menjaga substansi, karakter, dan keaslian suara penulis. Catatan terpilih kemudian akan ditampilkan melalui proyektor dan menjadi pemantik percakapan dalam dialog.
Nezar Patria akan hadir bukan semata-mata sebagai narasumber, tetapi sebagai mitra dalam percakapan. Ia akan mendengar berbagai pengalaman dan pandangan peserta sekaligus berbagi perspektif mengenai kebudayaan, perubahan zaman, dan perkembangan teknologi digital.

Percakapan akan menyentuh bagaimana kebudayaan dirawat, didokumentasikan, diwariskan, dikembangkan, dan menemukan ruang ekspresi baru di tengah perkembangan teknologi digital. Termasuk bagaimana generasi muda dapat memiliki ruang untuk mengenal, mengembangkan, dan mengekspresikan kebudayaan melalui berbagai medium baru.

Karena itu, pertanyaan yang dibawa ke dalam dialog tidak hanya tentang bagaimana menjaga kebudayaan yang telah ada, tetapi juga tentang bagaimana kebudayaan Aceh ingin dibayangkan ke depan.

Apa yang perlu tetap dijaga? Apa yang mulai berubah? Apa yang perlu diwariskan? Dan ruang seperti apa yang perlu dibuka agar kebudayaan tetap hidup di tengah perubahan zaman?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan dibawa oleh peserta dengan latar yang beragam dan berkembang melalui percakapan bersama.

Sebelum Dialog Kebudayaan, Komunitas Tikar Pandan juga akan menggelar Musyawarah Adat Srimusim dalam ruang terbatas bersama tokoh adat dan perwakilan masyarakat. Salah satu agenda yang akan dibawa adalah aspirasi masyarakat terkait Hutan Adat Lampuuk, termasuk penyerahan hasil kajian yang disusun Komunitas Tikar Pandan pada 2024 sebagai bahan informasi dan komunikasi lebih lanjut dengan pemerintah pusat serta pihak-pihak terkait.

Dengan rangkaian tersebut, Lampuuk menjadi ruang pertemuan berbagai suara kebudayaan dari beragam latar di Aceh.
Dialog ini diharapkan tidak berhenti sebagai percakapan satu malam, tetapi menjadi ruang untuk saling mendengar, mempertemukan gagasan, membuka kemungkinan, dan membagi imajinasi tentang masa depan kebudayaan Aceh.

DIALOG KEBUDAYAAN
Tema: “Merawat Kebudayaan, Membuka Ruang Suara, dan Membagi Imajinasi”
Hari: Jumat, 4 September 2026
Pukul: 20.00-22.30 WIB
Lokasi: Sekolah Adat Srimusim – Komunitas Tikar Pandan, Lampuuk

Penyelenggara:
Komunitas Tikar Pandan · RTIK Aceh · Relawan Aceh Tangguh

Pos terkait