Sambut Kembali Konsep Lhee Sagoe, Aceh Besar Siap Dimekarkan Menjadi 3 Kabupaten

Sambut Kembali Konsep Lhee Sagoe, Aceh Besar Siap Dimekarkan Menjadi 3 Kabupaten
Ilustrasi Peta, Foto: AI

INFONANGGROE.COM – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mematangkan rencana pemekaran wilayah menjadi tiga kabupaten terpisah. Langkah ini diambil untuk mengembalikan pembagian daerah berdasarkan konsep historis Lhee Sagoe—yakni Sagoe 25, Sagoe 22, dan Sagoe 26.

“Persiapan ke arah itu sedang kita finalkan. Khusus untuk Aceh Raya, saat ini tinggal menunggu dicabutnya moratorium Daerah Otonomi Baru (DOB),” ujar Bupati Aceh Besar, Muharram Idris, didampingi Wakil Bupati Syukri A. Jalil, dikutip dari meuseuraya.

Bacaan Lainnya

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Muharram—yang akrab disapa Syech—saat berdialog dalam agenda silaturahmi bersama jajaran organisasi insan pers di Hotel DePade, Darul Imarah, Aceh Besar, Jumat (21/8/2026) malam.

Syech menegaskan bahwa Pemkab Aceh Besar berkomitmen penuh mendungkung pemekaran ini. Kebijakan tersebut dipandang bukan semata-mata untuk menambah struktur birokrasi, melainkan demi memperpendek rentang kendali pemerintahan.

Menurutnya, efisiensi ini bertujuan mengoptimalkan pelayanan publik. Selama ini, masyarakat dari kawasan pinggir seperti Kecamatan Lhoong harus menguras waktu dan tenaga yang cukup besar hanya untuk mengurus administrasi ke ibu kota kabupaten di Kota Jantho.

Secara historis, pembagian wilayah Aceh Besar ke dalam konsep Lhee Sagoe sudah mengakar sejak era Kesultanan Aceh, sebelum akhirnya sebagian wilayah gabungan kemukiman tersebut dipisahkan menjadi Kuta Raja (kini Banda Aceh).

Rencananya, penataan kembali skema Lhee Sagoe ini akan membagi Aceh Besar ke dalam tiga entitas kabupaten:

  • Kabupaten Aceh Rayeuk sebagai kabupaten induk.

  • Kabupaten Aceh Raya melingkupi kawasan barat (wilayah eks Sagoe 26).

  • Kabupaten Seuramoe Aceh melingkupi kawasan utara dan timur (wilayah eks Sagoe 22).

Saat ini, pembentukan Kabupaten Aceh Raya telah memasuki tahap akhir dan siap dieksekusi begitu kran moratorium DOB dibuka oleh pemerintah pusat. Di sisi lain, persiapan pembentukan Kabupaten Seuramoe Aceh terus dimantapkan di bawah pimpinan Ketua Tim Pemekaran H.T. Ibrahim bersama Syukri A. Jalil.

Melalui pendekatan historis ini, Pemkab Aceh Besar optimistis pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud secara lebih terukur.

Acara silaturahmi dengan para awak media malam itu berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Bupati dan Wabup berharap sinergi serta komunikasi yang harmonis bersama insan pers ini dapat terus terjalin secara konsisten.

Pos terkait