Modus Baru Ganja di Sumbar: Dicacah dan Diselundupkan Lewat Jok Motor

Modus Baru Ganja di Sumbar: Dicacah dan Diselundupkan Lewat Jok Motor
Sejumlah barang bukti ganja hasil pengungkapan kasus peredaran narkotika dipamerkan di Mapolda Sumatera Barat, Padang, Selasa (18/8/2026). Polisi mengungkap perubahan modus distribusi ganja, dari menggunakan mobil dan karung goni menjadi disembunyikan di dalam jok sepeda motor.(KOMPAS.COM/DHARMA HARISA)

INFONANGGROE.COM – Jaringan pengedar narkotika di Sumatera Barat (Sumbar) kini mengubah strategi pengiriman guna mengecoh petugas. Tak lagi mengandalkan jalur utama dan kendaraan roda empat, para kurir kini menyusuri “jalan tikus” pemukiman serta area perkebunan dengan sepeda motor.

Pola distribusi baru ini dibeberkan oleh Direktur Reserse Narkoba Polda Sumbar, Kombes Pol Wedy Mahadi. Dikutip dari Kompas, Wedy menjelaskan bahwa para pelaku kini bermain kucing-kucingan dengan aparat demi menghindari razia di jalan raya.

Bacaan Lainnya

Waktu operasional pengiriman pun digeser. Jika dahulu dominan dilakukan pada sore hari, kini para pelaku memanfaatkan kelengahan petugas pada rentang tengah malam hingga dini hari.

Selain rute dan waktu, teknik penyimpanan barang haram ini turut berubah. Ganja tak lagi diangkut utuh memakai karung goni di dalam mobil. Pelaku terlebih dahulu mencacah ganja agar muat diselipkan ke dalam bagasi bawah jok motor. Dengan metode bolak-balik ini, mereka mampu memindahkan hingga 20 kilogram ganja secara bertahap tanpa memicu kecurigaan.

Salah satu rute rawan yang kini diperketat berada di perbatasan Sumatera Utara dan Sumbar, yakni dari Panyabungan (Mandailing Natal) menuju Pasaman Barat. Selain rute tersebut, aparat juga berhasil menggagalkan pengiriman sekitar 60 kilogram ganja di wilayah Padang Pariaman.

Letak geografis Sumbar yang strategis menjadikannya jalur transit utama pasokan narkoba dari provinsi tetangga. Sepanjang Juli 2026, Polda Sumbar telah meringkus 38 tersangka (37 pria dan 1 wanita). Total barang bukti yang disita mencapai 152 kilogram ganja, 1,8 kilogram sabu, serta 36 gram ekstasi (224 butir).

Kapolda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy menegaskan pentingnya langkah penindakan yang sejalan dengan pencegahan. Sebab, dampak narkotika merusak tatanan sosial, keluarga, hingga kesehatan. Senada dengan itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mendorong pengetatan pengawasan di pintu masuk wilayah serta penguatan pencegahan hingga tingkat nagari.

Dukungan juga datang dari Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar. Wakil Ketua Umum LKAAM Sumbar, Syafrizal Dt. Batuah, menyatakan kesiapan lembaga adat di tingkat nagari untuk membendung peredaran narkoba sejak dari akar rumput.

Saat ini, pihak kepolisian terus melakukan pengembangan kasus untuk membongkar jaringan utama di balik para kurir serta mendeteksi jalur-jalur alternatif lainnya.

Pos terkait