Tim Gabungan Temukan Mobil Tangki Modifikasi 1.000 Liter di SPBU Aceh Besar

Tim Gabungan Temukan Mobil Tangki Modifikasi 1.000 Liter di SPBU Aceh Besar
Foto: Mobil Isuzu Panther yang tangkinya dimodifikasi menjadi 1.000 liter (Foto: dok. Pemerintah Aceh)

INFONANGGROE.COM – Inspeksi mendadak (sidak) yang digelar tim gabungan Pemerintah Aceh di SPBU Lhong Raya, Aceh Besar, berhasil membongkar dugaan praktik kecurangan distribusi BBM bersubsidi. Dalam penertiban tersebut, petugas mengamankan satu unit kendaraan yang dirombak secara khusus untuk menampung BBM dalam jumlah besar.

“Di sana ditemukan sebuah mobil Isuzu Panther dengan tangki BBM yang telah dimodifikasi hingga berkapasitas 1.000 liter yang dilengkapi pompa,” ujar Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, dikutip dari detiksumut, Jumat (14/8/2026).

Bacaan Lainnya

Di dalam mobil tersebut, petugas juga menyita sejumlah pelat nomor palsu dan beberapa barcode yang diduga kuat digunakan untuk mengelabui sistem pengisian BBM. Pengemudi beserta barang bukti kini telah diserahkan ke Polda Aceh guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Nurlis menegaskan bahwa Pemerintah Aceh berkomitmen penuh mendukung aparat dalam mengusut tuntas penyelewengan ini.

Penertiban yang dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh, Teuku Robby Izra, ini melibatkan berbagai instansi terkait, mulai dari Biro Perekonomian, Dinas ESDM, Disperindag, hingga jajaran Dirkrimsus serta Ditintelkam Polda Aceh dan PT Pertamina Patra Niaga.

Sekretaris Daerah Aceh, M Nasir Syamaun, menuturkan bahwa praktik penimbunan dan penyalahgunaan BBM subsidi semacam ini menjadi salah satu pemicu utama terjadinya antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU.

Atas temuan ini, Teuku Robby Izra mendesak PT Pertamina Patra Niaga SAM Retail Aceh untuk memperketat pengawasan hingga ke tingkat operator lapangan. Para operator diminta lebih jeli mengenali pola pengisian yang mencurigakan atau berulang, serta berani melaporkan indikasi pelanggaran tanpa memberikan celah bagi para pelaku kecurangan. Tim penertiban juga diinstruksikan untuk terus menyetorkan laporan berkala terkait SPBU yang masih mengalami antrean agar penanganannya tepat sasaran berdasarkan kondisi riil di lapangan.

Pos terkait