Ratusan Siswa di Karo Diduga Keracunan Makanan Gratis, Kepala SPPG Dicopot dan Dapur Ditutup

Ratusan Siswa di Karo Diduga Keracunan Makanan Gratis, Kepala SPPG Dicopot dan Dapur Ditutup
KARO, K160-19 Siswa SMA di Berastagi Diduga Keracunan Usai Santap Makanan Bergizi Gratis(HENDRI SETIAWAN)

INFONANGGROE.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil tindakan tegas usai ratusan pelajar di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (13/8/2026). Pimpinan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memproduksi makanan tersebut langsung dicopot dari jabatannya, sementara operasional dapurnya dihentikan sementara selama investigasi berjalan.

BGN juga memeriksa penerapan standar operasional prosedur (SOP) penyajian makanan, termasuk kewajiban mencantumkan label batas waktu konsumsi di setiap wadah makanan yang dibagikan.

Bacaan Lainnya

Dikutip dari Kompas, Kepala BGN Sudaryono menegaskan pihaknya langsung memeriksa kelengkapan standar di lapangan. “Makanya aku cek, aku cek apa dia sudah ada labelnya belum, apa segala macam kan kita cek, kita investigasi,” ujar Sudaryono di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta.

Ia menekankan bahwa setiap kasus dugaan keracunan pada program MBG akan ditindaklanjuti dengan pembekuan izin dapur dan evaluasi pimpinan SPPG. Sanksi yang diberikan dapat diperberat hingga penutupan permanen dan pemecatan jika ditemukan unsur kesengajaan.

Jumlah Korban Terus Bertambah

Kasus keracunan ini menimpa para pelajar tingkat SMP, SMA, hingga SMK di kawasan Berastagi dan Kabanjahe. Berdasarkan data Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Zulkarnain Barus hingga Kamis sore, tercatat sedikitnya 268 hingga 269 siswa SMA/SMK terdampak.

Rinciannya meliputi 204 siswa dari SMAN 1 Berastagi, 25 siswa dari SMA Swasta Bersama, dan 40 siswa dari SMK Swasta Bersama. Jumlah ini diperkirakan masih bisa bertambah seiring proses pendataan yang terus berlangsung, termasuk terhadap siswa dari dua sekolah tingkat SMP.

Para siswa mulai merasakan keluhan fisik sekitar pukul 13.00 WIB usai menyantap makanan. Gejala yang dialami bervariasi, mulai dari mual, gatal-gatal pada kulit dan mulut, lemas, muntah, kejang, hingga sesak napas. Seluruh korban segera dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di Karo untuk penanganan medis.

Dugaan sementara mengarah pada olahan ikan yang disajikan. Terdapat perbedaan keterangan mengenai jenis menu ikan; pihak Dinas Pendidikan menyebutkan hidangan ikan dencis gulai, sedangkan Dinas Kesehatan menerima laporan menu berupa ikan tongkol. Adapun unit dapur SPPG yang menyuplai makanan tersebut diketahui dikelola di bawah Kodim.

Uji Laboratorium dan Penyelidikan

Dinas Kesehatan Kabupaten Karo telah mengambil sampel makanan dari dapur penyedia untuk diuji di laboratorium guna memastikan penyebab pasti terjadinya keracunan.

Kejadian di Karo ini menambah deretan kasus keracunan dalam pelaksanaan program MBG di berbagai daerah. Sebelumnya, kasus serupa menimpa ratusan siswa dan guru di SMKN 6 Semarang akibat dugaan pengolahan bahan makanan yang terlampau cepat sebelum didistribusikan. Langkah tegas berupa penangguhan operasional dapur dan pencopotan pimpinan SPPG di Karo kembali diambil BGN sembari menunggu hasil resmi uji laboratorium.

Pos terkait