Polisi Malaysia Kantongi Identitas Staf Bandara yang Terlibat Kasus Narkoba Pilot

Seorang kopilot maskapai asal Malaysia berinisial MS tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, membawa dua koper dan salah satunya berisi narkoba. (Dokumentasi Humas Bea Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta)

INFONANGGROE.COM – Kepolisian Malaysia mengonfirmasi telah mengantongi identitas seorang tersangka baru dalam penyelidikan kasus pilot yang ditangkap membawa narkoba ke Indonesia. Tersangka tersebut diketahui merupakan salah satu petugas keamanan bandara yang menangani proses pemindaian barang.

Direktur Departemen Investigasi Kejahatan Narkotika (NCID) Bukit Aman, Komisioner Datuk Hussein Omar Khan, menegaskan bahwa pihaknya siap melakukan pemeriksaan lebih lanjut, bahkan penahanan terhadap staf tersebut.

Bacaan Lainnya

“Dari hasil penyelidikan, kami telah mengidentifikasi satu individu. Jika diperlukan, penangkapan akan dilakukan. Dia adalah petugas bandara yang menangani proses pemindaian,” ujar Hussein dalam konferensi pers di Markas Polisi Kontingen Selangor, Selasa (4/8/2026), dikutip dari kompas.

Lolosnya Pemindaian dan Kronologi Penitipan Bagasi

Terkait bagaimana barang terlarang tersebut bisa lolos, Komandan Hussein menjelaskan bahwa prosedur keamanan di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) berlaku setara untuk penumpang maupun awak kabin, termasuk pilot.

  • Pemeriksaan Bertingkat: Proses pemindaian barang di KLIA memiliki beberapa tahap. Jika sebuah koper berhasil melewati sistem pemindaian otomatis di tingkat pertama tanpa anomali, koper tersebut tidak akan dirujuk ke tingkat kedua atau ketiga.

  • Lolos Tahap Pertama: Dalam insiden ini, barang bawaan tersangka dinyatakan bersih di pemeriksaan awal, sehingga diizinkan masuk sesuai prosedur operasional standar (SOP) bandara.

  • Waktu Penitipan Bagasi: Pilot tersebut diketahui telah memasukkan bagasinya sejak pagi hari. Sebelum terbang menuju Jakarta melalui Sepang, ia sempat bertugas menerbangkan rute domestik pergi-pulang ke Kota Kinabalu.

Desakan Pengetatan Keamanan dan Respons Maskapai

Merespons celah keamanan ini, Menteri Komunikasi Malaysia, Datuk Seri Fahmi Fadzil, mendesak agar keamanan bandara segera ditingkatkan. Ia juga meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap proses pemeriksaan latar belakang para pilot penerbangan Malaysia Airlines.

Fahmi menekankan pentingnya menelaah laporan investigasi secara utuh sebelum mengambil tindakan lebih lanjut. Fokus utamanya saat ini adalah menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat guna menutup setiap celah keamanan secepat mungkin.

Sebagai latar belakang, kasus ini mencuat pada 28 Juli lalu ketika seorang pilot Malaysia Airlines ditangkap di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta. Pihak berwenang menemukan 15 paket yang berisi 70.114 butir pil ekstasi dan sabu (metamfetamin) di dalam kopernya.

Pihak Malaysia Airlines menyatakan komitmennya untuk kooperatif dan bekerja sama penuh dengan otoritas hukum Indonesia. Maskapai tersebut menegaskan bahwa mereka menerapkan kebijakan tanpa toleransi terhadap segala bentuk pelanggaran hukum dan saat ini tengah menjalankan investigasi internal.

Pos terkait