INFONANGGROE.COM – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Aceh kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan pelaku usaha mikro melalui pemberian reward kepada nasabah berprestasi dari program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) Syariah dan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) Syariah.
Apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan atas loyalitas, kedisiplinan, serta kegigihan para nasabah dalam mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga di Kabupaten Gayo Lues.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di tiga desa sejak tanggal 13-16 Juli 2026, yakni Desa Strak Pisang, Kecamatan Deleng Pokhkisen, Desa Pulonas Kute, Kecamatan Babussalam, dan Desa Gusung Batu, Kecamatan Subulussalam, dengan melibatkan nasabah PNM Mekaar yang mengikuti kegiatan secara antusias.
Program Mpok Rena (Program Retensi Nasabah) merupakan salah satu program PNM yang diberikan kepada nasabah maupun kelompok Mekaar sebagai upaya meningkatkan kehadiran nasabah dalam Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM). Melalui program ini, PNM mendorong tumbuhnya kedisiplinan, komitmen, serta semangat kebersamaan antaranggota kelompok sehingga proses pendampingan usaha dapat berjalan secara optimal.
Selain pelaksanaan Program Mpok Rena, PNM juga menyelenggarakan Pertemuan Komunitas Bisnis (PKB) sebagai wadah pembelajaran dan pengembangan kapasitas usaha bagi para nasabah. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan usaha sekaligus memperkuat kerja sama antar pelaku usaha dalam satu komunitas sehingga mampu mendukung keberlanjutan dan perkembangan usaha mikro secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Manager Supporting PNM Cabang Aceh, Gatot Efdi Saputra, mengatakan bahwa kedua program tersebut merupakan bagian dari strategi pemberdayaan PNM yang tidak hanya berfokus pada penyaluran pembiayaan, tetapi juga pada pembentukan karakter usaha serta peningkatan kapasitas para nasabah.
“Melalui Program Mpok Rena dan Pertemuan Komunitas Bisnis, kami ingin membangun budaya disiplin, memperkuat kebersamaan antaranggota kelompok, sekaligus meningkatkan kompetensi para pelaku usaha. Kami berharap para nasabah semakin percaya diri untuk mengembangkan usahanya, naik kelas, dan mampu memberikan dampak positif bagi keluarga maupun lingkungan sekitarnya,” ujar Gatot.
Menurutnya, pendampingan yang dilakukan secara konsisten menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan usaha para nasabah. Oleh karena itu, PNM terus menghadirkan berbagai program yang mampu meningkatkan literasi keuangan, memperkuat kapasitas kewirausahaan, serta membangun jejaring usaha antarnasabah.
Melalui program ini, PNM terus berkomitmen memberikan akses pembiayaan kepada perempuan prasejahtera produktif disertai pendampingan usaha yang berkelanjutan. Sementara itu, berbagai kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU), termasuk Program Mpok Rena dan Pertemuan Komunitas Bisnis, menjadi bagian dari upaya PNM dalam menciptakan ekosistem pemberdayaan yang mendorong lahirnya pelaku usaha ultra mikro dan mikro yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing.
PNM meyakini bahwa pemberdayaan masyarakat tidak hanya diukur dari besarnya pembiayaan yang disalurkan, tetapi juga dari meningkatnya kapasitas usaha, tumbuhnya kedisiplinan, semakin kuatnya jejaring bisnis, serta kemampuan para nasabah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah.
Sejalan dengan semangat “Membina dan Memberdayakan”, PNM akan terus menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi nasabah, sehingga semakin banyak perempuan dan pelaku usaha mikro yang mampu tumbuh, berkembang, dan naik kelas menuju usaha yang lebih maju dan berkelanjutan.







