51 Hari Pascabanjir, Warga Desa Tanjung Gelumpang Masih Hidup Tanpa Listrik

ACEH TAMIANG, INFONANGGROE.COM – 51 hari pascabanjir bandang yang melanda Provinsi Aceh, khususnya Desa Tanjung Gelumpang, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, warga masih harus bertahan hidup tanpa aliran listrik.

Kondisi ini semakin memperberat beban masyarakat yang tengah berupaya bangkit dari dampak bencana.

Bacaan Lainnya

Sejak banjir bandang menerjang desa tersebut, jaringan listrik mengalami kerusakan parah dan hingga kini belum kembali normal. Pada malam hari, warga hanya mengandalkan gingset, lampu minyak, lilin, serta penerangan seadanya.

Ketiadaan listrik berdampak langsung pada aktivitas harian, mulai dari keterbatasan komunikasi, terganggunya proses belajar anak-anak, hingga terhambatnya kegiatan ekonomi warga.

Siti Khadijah, salah seorang warga Desa Tanjung Gelumpang, mengungkapkan keresahannya atas kondisi yang terus berlarut.

“Kami sangat membutuhkan aliran listrik. Kami mohon agar pemerintah mendengar keluh kesah kami. Sampai kapan kami harus hidup tanpa listrik?” ujarnya dengan nada penuh harap, Kamis, 15 Januari 2026.

Warga berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait, khususnya PLN, segera mengambil langkah konkret untuk memulihkan pasokan listrik.

Menurut mereka, listrik merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting untuk menunjang kehidupan dan mempercepat pemulihan pascabanjir.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian mengenai waktu pemulihan aliran listrik secara menyeluruh di Desa Tanjung Gelumpang.

Sementara itu, warga terus menanti perhatian dan tindakan nyata dari pihak berwenang agar kondisi gelap yang telah berlangsung lebih dari satu setengah bulan ini segera berakhir.

Pos terkait