Anggota DPD RI: Bencana Sebagai Momentum Perkuat Solidaritas dan Perbaikan Tata Kelola Lingkungan

Anggota DPD RI: Bencana Sebagai Momentum Perkuat Solidaritas dan Perbaikan Tata Kelola Lingkungan

BANDA ACEH – Situasi bencana kerap menggugah empati dan solidaritas sosial masyarakat secara spontan, melampaui sekat-sekat sosial yang ada. Penderitaan para korban, baik yang disaksikan secara langsung maupun melalui pemberitaan media, menimbulkan rasa iba sekaligus dorongan untuk meringankan beban mereka.

“Ini adalah bentuk simpati yang dapat berkembang menjadi empati yang lebih mendalam,” ujar Darwati, Anggota DPD RI/MPR RI dari daerah pemilihan Aceh.

Bacaan Lainnya

Namun demikian, menurut Darwati, bencana tidak hanya menghadirkan duka, tetapi juga harus menjadi momentum refleksi bersama, khususnya terkait perbaikan tata kelola lingkungan agar kejadian serupa tidak terus berulang. Ia mempertanyakan mengapa bencana alam masih kerap terjadi di Aceh.

“Mengapa bencana terus berulang? Ini harus menjadi refleksi bagi kita yang abai dengan tanda-tanda kerusakan lingkungan sedari awal. Tragedi ini menunjukkan rapuhnya sistem perlindungan lingkungan dan tidak siapnya kita dalam menghadapi cuaca ekstrem yang sering terjadi,” katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan Darwati saat sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar pada Jumat, 12 Desember 2025, di Desa Illie, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh. Dalam kegiatan tersebut, Darwati memaparkan Empat Pilar Kebangsaan yang menjadi landasan berbangsa dan bernegara, yakni Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara serta ketetapan MPR, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Darwati berharap peristiwa banjir dan longsor yang menimpa sejumlah kabupaten dan kota di Aceh dapat menjadi bahan perenungan bersama dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila. “Agar kita tidak hanya mengejar keuntungan jangka pendek, sementara kerusakan yang harus kita bayar sangatlah mahal dan membutuhkan waktu yang sangat lama,” tutupnya.

Pos terkait