ACEH TAMIANG, INFONANGGROE.COM – Gelombang solidaritas dan gerak cepat teknologi mulai membuka isolasi di beberapa wilayah terdampak banjir Aceh. Dalam rapat koordinasi online via zoom lintas relawan yang dipimpin oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, pada Selasa (10/12/2025) terungkap bahwa kolaborasi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat sipil dapat menjadi alternatif solusi konkret di tengah keterisolasian komunikasi dalam keadaan darurat. Fokus penanganan kini memperkuat pada aksi nyata pemulihan akses komunikasi dan kebutuhan dasar warga.
Sebutlah semisal kehadiran perangkat internet satelit Starlink, yang menjadi semacam pelita harapan bagi warga yang sempat terisolir. Di Kecamatan Juli, Bireuen, konektivitas yang pulih tidak hanya membuka akses informasi, tetapi juga memulihkan semangat warga. Khairul, relawan dari tim Relawan TIK bersama dengan tim AirPutih di lokasi, menceritakan momen haru saat warga menyambut antusias jaringan internet. “Alhamdulillah, dengan adanya ini sangat membantu. Orang-orang di sini bisa mengakses internet untuk mengetahui keadaan keluarganya di luar,” ungkap warga setempat dengan penuh rasa syukur melalui zoom.
“Kita nggak usah menunggu-menunggu apa yang bisa kita kerjakan. Kita kerjakan…! Pokoknya apa yang bisa kita tembus, kita tembus. Untuk keadaan darurat ini,” demikian Nezar memberikan arahan dan semangat kepada sejumlah relawan yang hadir online. Para relawan tersebut yang hadir via zoom antara lain adalah dari Komunitas Tikar Pandan, Relawan TIK, AirPutih, Yayasan Darah Untuk Aceh, ICT Watch, Portkemas.
Sejatinya memang sinyal internet ini menjadi sarana hiburan edukatif. Semisal melalui kegiatan “nonton bareng” berita terkini bagi warga Kecamatan Juli. Di hari pertama bencana banjir menimpa Aceh, mereka selain terputus akses jalannya karena jembatan rubuh, juga terputus seluruh akses informasi yang ada, apakah itu radio, televisi, seluler maupun Internet.
Manajemen Bantuan Berbasis Data
Agar bantuan Starlink bisa tepat sasaran, tim teknis menerapkan sistem pemantauan cerdas melalui dashboard terpusat. Maulana, tim teknis di Posko Gabungan Jaringan Relawan “Aceh Tangguh” di Tamiang menjelaskan bahwa penggunaan Starlink dipantau secara real-time untuk memastikan perangkat tersebut benar-benar berfungsi, khususnya dalam rangka melayani kebutuhan mendesak, baik untuk posko maupun akses publik. “Pemantauan perangkat Starlink yang terpusat bisa menjadi salah satu indikator pemanfaatan perangkat bantuan tersebut untuk masyarakat,” tegas Maulana.
Sejumlah posko jaringan relawan “Aceh Tangguh” di sejumlah titik bencana tengah dipersiapkan untuk dapat saling terhubung menggunakan Internet darurat yang turut didukung oleh Indonesia Network Operators’ Group (ID-NOG) tersebut. Semisal posko di Langsa yang dikelola oleh tim Yayasan Darah Untuk Aceh (YDUA) dan posko di Aceh Tengah yang dikelola oleh tim AirPutih. Dengan sejumlah posko yang terhubung dengan Internet dan saling berkoordinasi, maka tata kelola atau manajemen bantuan bisa berbasiskan data dan dapat lebih baik lagi dalam melayani masyarakat terdampak bencana.
Untuk informasi Relawan Aceh Tangguh di https://s.id/acehtangguh dan donasi bantuan, dapat menghubungi: Yulfan: +62 811-6883-917 dan Maulana: +62 821-6167-7331. #relawanacehtangguh. (Donny Utoyo/Tim Relawan Aceh Tangguh)










