PIDIE JAYA, INFONANGGROE.com — Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Aceh kembali memukul sektor pendidikan. Sekolah Islam Terpadu (SIT) An-Nur yang menaungi PAUD, SD, SMP, boarding school, hingga SMK Agribisnis di Kecamatan Meuredu, Kabupaten Pidie Jaya, mengalami kerusakan berat setelah aliran sungai di sekitar lokasi terpecah dan mengalir langsung ke area sekolah.
Sekolah yang berlokasi di Jalan Tgk Chiek Pante Geulima, Dusun Meunasah Lhok itu menjadi salah satu lembaga pendidikan yang terdampak paling parah. Curah hujan ekstrem membuat aliran sungai meluap dan menghantam bangunan sekolah, menyebabkan tanah terkikis, fasilitas rusak, dan sejumlah ruangan tidak lagi bisa digunakan.
Unit SD yang telah berdiri sejak 2015 serta SMP yang beroperasi lebih dari lima tahun terakhir juga ikut terdampak. Pada malam kejadian, siswa SMP yang tinggal di asrama harus dievakuasi ke gedung utama. Akses menuju lokasi terputus selama tiga hari akibat derasnya arus dan material banjir. Meski demikian, seluruh siswa kini telah berada di tempat aman.
Ketua Yayasan Bidang Lembaga Pendidikan Formal SIT An-Nur, Ust. Makmur Hasan Sufi, mengungkapkan kondisi sekolah kini berada dalam situasi kritis.
“Kondisi sekolah kami sangat parah. Tanah di sekitar bangunan sudah terkikis, aliran sungai terpecah dan membentuk jalur baru yang tepat menuju sekolah. Banyak fasilitas, inventaris, dan infrastruktur yang tidak bisa digunakan lagi,” ujarnya.
SMK Agribisnis SIT An-Nur, yang baru diresmikan Bupati Pidie Jaya bersama Dinas Pendidikan pada Juli lalu, juga mengalami kerusakan cukup luas. Harapan untuk memperkuat pendidikan kejuruan bagi generasi muda Aceh sementara harus tertunda akibat bencana ini.
Meski menghadapi berbagai kendala, pihak sekolah menegaskan komitmennya agar proses belajar tetap berlangsung. Langkah-langkah darurat seperti mendirikan ruang kelas sementara, tenda belajar, atau menyewa gedung alternatif menjadi opsi yang kini dipertimbangkan.
“Kami tetap optimis. Anak-anak harus tetap belajar. Tapi hari ini kami benar-benar terhambat. Karena itu, kami sangat membutuhkan bantuan para donatur dan relawan untuk membangun kembali sekolah atau menyediakan tempat belajar sementara,” kata Ust. Makmur.
Untuk mempercepat pemulihan, SIT An-Nur membuka donasi publik. Bantuan akan difokuskan untuk pembangunan ruang kelas darurat, penyediaan tenda atau gedung sewa, penggantian buku dan alat belajar, pemulihan inventaris, serta perbaikan area yang rusak akibat terjangan sungai.
Penyaluran Donasi:
Rekening: 7253098141 (BSI)
Atas Nama: SIT An-Nur
Konfirmasi Donasi: 082138955747 (Aida Zuhra)
Pihak sekolah berharap publikasi ini dapat menjangkau masyarakat Aceh dan seluruh Indonesia agar semakin banyak pihak yang tergerak membantu pemulihan fasilitas pendidikan.
Satu kontribusi, sekecil apa pun, diyakini dapat menjadi harapan bagi anak-anak SIT An-Nur untuk kembali belajar dan membangun masa depan yang lebih baik.






