BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat di wilayah pantai barat Aceh untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi hingga akhir Januari 2025.
“Potensi hujan yang terus-menerus dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor,” ujar Prakirawati Stasiun BMKG Meulaboh-Nagan Raya, Almira Aprilianti, Senin malam, 24 Januari 2025, dikutip jpnn.
BMKG memprediksi wilayah Aceh masih berada dalam periode musim hujan hingga akhir Januari. Kondisi ini diperparah dengan keberadaan shearline atau belokan angin, yang meningkatkan aktivitas konvektif penyebab hujan di kawasan pantai barat Aceh.
Menurut Almira, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, terutama pada sore hingga malam hari.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati, khususnya mereka yang memiliki rencana bepergian selama libur panjang akhir Januari.
“Curah hujan dapat berdampak pada aktivitas masyarakat, termasuk perjalanan menuju tempat wisata. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama terhadap potensi hujan yang disertai petir,” ujar Almira.
Dia juga menekankan pentingnya berlindung di tempat yang aman saat terjadi hujan deras, terutama jika disertai angin kencang dan petir.
“Masyarakat yang bepergian ke luar rumah diharapkan untuk selalu mengutamakan keselamatan dan mempersiapkan diri menghadapi cuaca yang tidak menentu,” tambahnya.






