Lawfirm Yulfan & Rekan Tutup Akhir Tahun dengan Refleksi dan Lantunan Shalawat

Lawfirm Yulfan & Rekan Tutup Akhir Tahun dengan Refleksi dan Lantunan Shalawat
Penampilan Shalawat Oleh Grup Rapai Zawiyah Nurun Nabi

BANDA ACEH – Menutup tahun 2024, Lawfirm Yulfan & Rekan menyelenggarakan kegiatan mini open stage dengan tema “Satu Panggung, Ragam Suara : Menguras dan Mengulas Perjalanan 2024 ”. Kegiatan yang dilangsungkan pada Selasa 31 Desember 2024, bertempat di Episentrum Geuceu, Banda Aceh.

Dalam pengantarnya, Yulfan, Direktur Lawfirm sekaligus inisiator acara menyampaikan bahwa tahun 2024 merupakan tahun yang penuh dengan dinamika baik dari sisi kehidupan sosial, ekonomi, serta penegakan hukum, pengantar yang disampaikan dengan gaya komika, Yulfan menyampaikan, sejak awal tahun kita berkeringat terus, kekeringan, kontestasi, korupsi dan sebagainya mari kita tutup malam ini dengan sedikit tertawa, panggung kecil ini silakan dijadikan tempat mencurahkan buah pikiran serta refleksi dari perjalanan saudara-saudara sepanjang tahun 2024 ini”, tutup Yulfan.

Bacaan Lainnya

Acara yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat lintas profesi dan pemuda seperti mahasiswa, masyarakat sekitar, dosen, aktivis, guru, sastrawan, buruh, konten kreator, anggota legislatif daerah, dan grup shalawat, menambah kemajemukan ekspresi gagasan dan uraian pengalaman sepanjang tahun 2024 yang di ekspose di atas panggung.

Putra HD, salah satu hadirin berbagi pengalaman paling berkesannya sepanjang tahun 2024 sebagai salah satu penulis, peserta dalam program IWP Fall Recidency. Sebuah rogram residensi penulis dari seluruh dunia  dilaksanakan di Iowa Amerika Serikat dari Agustus hingga November 2024 . Dalam surah singkatnya dia mengatakan “saya baru pulang mengikuti satu program di Amerika yang mengumpulkan beberapa penulis dari beberapa negara, ada banyak kesimpulan yang saya dapat, namun diantara yang banyak itu, adalah membaca menjadi kewajiban setiap orang”. Ucap Putra .

Di sisi yang lain , Akmal seorang guru yang bertugas di pedalaman turut menyampaikan refleksinya serta mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Lawfirm Yulfan & rekan dan mempunyai pandangan yang sama, bahwa literasi adalah sebuah keharusan. “Tempat ini, adalah tempat yang dekat dengan saya, meskipun sudah bertahun-tahun saya berada di wilayah pedalaman Indonesia sebagai tenaga pendidik, tempat ini selalu menjadi inspirasi bagi saya. Terutama dalam hal membangun kesadaran literasi dan keberanian untuk berpikir yang kemudian saya ejawantahkan dalam komunitas-komunitas sadar literasi di tempat saya mengabdi.” Ucap Akmal yang juga merupakan salah seorang anggota Komunitas Tikar Pandan yang berada dalam satu ekosistem yang sama dengan Lawfirm.

Selain kegiatan mendengarkan di dengarkan, rangkaian acara juga di isi dengan acara nonton bareng dan diskusi film biografi Nelson Mandela serta pembacaan puisi yang di pandu oleh Ketua Badko HMI Aceh, Reza Hendra Putra. Pasca pemutaran film yang dilanjutkan dengan diskusi, Reza menyampaikan bahwa film ini bukan semata-mata diputar untuk melihat bagaimana Nelson Mandela melawan dominasi ras kulit putih di Afrika serta politik apartheid yang turut serta di dalamnya, Melainkan juga bagaimana Nelson menyeimbangkan keduanya, yakni kulit putih dan kulit hitam agar senantiasa bisa hidup berdampingan tanpa dominasi – dominasi yang didasarkan pada superioritas ras tertentu.

“Dari Film ini bisa kita petik pelajaran bahwa sesungguhnya perjuangan menjadikan manusia tanpa kelas sangat pelik, namun bukan hal yang mustahil untuk kita wujudkan. Dan malam ini, semesta menunjukkan bagaimana kita semua yang hadir disini, yang berangkat dari profesi-profesi dan jalan hidup yang berbeda-beda bisa duduk dengan bahu sama rata, dengan alas yang tak lebih antara satu dan lainnya, tanpa melihat struktur-struktur kelas yang dibangun di Tengah masyarakat berdasarkan profesi yang kita kerjakan. Ucap Reza di sela-sela diskusi.

Abdul Mucthi yang hadir di akhir acara, menyampaikan bahwa, kegiatan ini juga bertepatan dengan malam 1 Rajab 1446, “kita menjadikan kegiatan ini sebagai ruang berbagi pengalaman dan berbagi peran karena sebagai legislator saya juga membutuhkan saran masukan dari semua elemen karena tugas saya  di parlemen Aceh Besar melakukan yang terbaik untuk semua orang, khususnya di Aceh Besar, terlepas dengan kelemahan yang ada pada diri saya pribadi, namun dengan kebersamaan seluruh elemen kita berbuat se optimal mungkin”, Sebut Muchti.

Seluruh kegiatan ditutup dengan pembacaan shalawat dan doa oleh Grup Shalawat Zawiyah Nurun Nabi. Pada akhirnya apa pun yang kita sampaikan tadi adalah bentuk kontemplasi kita bersama atas segala sesuatu yang sudah Allah berikan, namun intinya apa pun profesi kita, dimana pun kita berada satu hal yang kita lakukan, tidak lain dan tidak bukan bahwa sesungguhnya kita hidup untuk membuktikan bahwa kita adalah seorang hamba Tuhan dan keridhaanya yang kita cari dan semoga tahun 2025 eksistensi kita sebagai seorang hamba semakin bernilai dan bermanfaat untuk sesaama, ucap Yulfan yang sekaligus menutup kegiatan mini open stage 2024.

Pos terkait