Tim Gabungan BNN Musnahkan 5 Hektar Ladang Ganja di Aceh Besar

  • Whatsapp
Tim Gabungan BNN Musnahkan 5 Hektar Ladang Ganja di Aceh Besar
Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama TNI-Polri, Kejati, Satpol PP, BNNP, Dinas Pertanian dan Dinas Kehutanan Aceh saat memusnahkan lima hektar ladang ganja di Gampong Pulo, Kecamatan Seulimeum, Aceh Besar, Selasa (28/7/2020)

ACEH BESAR, INFONANGGROE.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) melalui Direktorat Narkotika Deputi Bidang Pemberantasan yang bersinergi dengan TNI-Polri, Kejati, Satpol PP, BNNP serta Dinas Pertanian dan Dinas Kehutanan Aceh memusnahkan lima hektar ladang ganja yang berada di Gampong Pulo, Kecamatan Seulimeum, Aceh Besar, Selasa (28 Juli 2020) kemarin.

Direktur Narkotika BNN, Aldrin Hutabarat selaku pimpinan operasi pemusnahan ini menjelaskan, penemuan ladang ganja ini merupakan hasil penyelidikan tim BNN terhadap adanya dugaan penanaman ganja di sekitar lokasi tersebut.

Baca juga:
Banjir di Aceh Jaya, Lalu Lintas Banda Aceh – Meulaboh Terganggu

Tim menemukan dua lokasi ladang ganja yang terdapat pada ketinggian 705 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan kemiringan lokasi sekitar 15 derajat. Untuk menuju titik ladang ganja tersebut, diperlukan pendakian selama lebih kurang tiga jam.

Medan yang cukup berat ditambah dengan kondisi cuaca yang kerap dilanda hujan membuat tanah menjadi berlumpur dan juga adanya tumbuhan jelatang yang beracun, merupakan tantangan bagi petugas pada saat melakukan pendakian.

Baca juga:
Putra Aceh Dilantik Sebagai Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri

“Sebanyak lebih kurang 30 ribu batang ganja yang dimusnahkan memiliki ketinggian yang bervariatif antara 30 hinga 150 sentimeter dengan jarak tanam 50 sentimeter per batang dengan berat lebih kurang 1 ton,” ujar Aldrin Rabu (29/7/2020).

Disinggung soal kepemilikan tanah yang dijadikan ladang ganja, Aldrin juga menyampaikan, tanah tersebut kemungkinan milik negara.

Baca juga:
Bupati Aceh Besar Minta Operasional Tol Tanpa Tarif

“Akan kita telusuri soal kepemilikan tanah bersama Dinas Kehutanan dan mungkin tanah ini milik negara, tetapi ada kelompok tertentu untuk melakukan penanaman ganja. Setelah dimusnahkan nantinya akan kami serahkan kepada pemerintah daerah khususnya Dinas Pertanian dan Kehutanan tanah ini akan dialihkan untuk hal yang lebih bermanfaat,” terangnya.

Terkait dengan penemuan ladang ganja ini, dirinya berharap kepada dinas-dinas pada Pemerintahan Aceh turut serta secara langsung bersama BNN dalam memberikan pemahaman kepada masyarakatnya dalam upaya P4GN.

Seperti biasa diketahui, pemusnahan ladang ganja dilakukan dengan cara mencabut seluruh batang ganja yang kemudian dibakar hingga habis di lokasi tersebut. (RA)

Rubrik       : Hukum

Pos terkait