Gajah Liar Mati Tersengat Listrik, Petani di Pidie Dijadikan Tersangka

  • Whatsapp

SIGLI, INFONANGGROE.com – Seorang petani BS (33) warga Gampong Tua Lala, Kecamatan Mila, Pidie ditetapkan sebagai tersangka atas matinya seekor gajah jantan liar yang diduga akibat sengatan listrik yang terpasang di kebun cabai miliknya, Rabu (9/ 9/2020) silam.

Pemasangan kawat ikat besi yang dialiri listrik tersebut dilakukan BS dengan tujuan untuk menghalau masuknya hama babi, namun tak disangka justru membuat seekor gajah yang dilindungi mati tersengat.

Kapolres Pidie AKBP Zulhir Destrian melalui Iptu Ferdian Chandra mengatakan laporan tersebut dibuat oleh Tim Konservasi Sumber Daya Alam (BKPSDA) setelah dilakukan otopsi dan penguburan bangkai gajah serta melakukan olah TKP.

Baca juga:
Hasil MotoGP Catalunya 2020: Quartararo Menang, Dovi dan Rossi Jatuh

“Kasus ini ditangani Unit IV Tipidter Sat Reskrim Polres Pidie di mana kemudian melakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi yang berada di TKP untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” ucap Iptu Ferdian Chandra dseperti dilansir anteroaceh, Selasa  29 September 2020.

Setelah didapati keterangan saksi, dikatakan Ferdian gajah tersebut mati di duga tersengat aliran listrik dari kebun cabai milik BS.

Namun, tersangka sempat melariķan diri dari Kabupaten Pidie dan baru kemudian berhasil ditangkap dirumahnya pada hari Senin (28/9) sekitar pukul 16.00 WIB.

Adapun barang bukti yang disita dari tersangka berupa dua buah gading gajah dengan panjang masing-masing 94 cm dan 89 cm, sebuah papan bertuliskan ‘Kawasan Kawat Telanjang’ dan satu batang kayu sepanjang 1.50 cm yang di atasnya terdapat rangkaian kabel listrik yang tersambung ke fitting bola lampu dan kawat ikat besi bangunan.

Baca juga:
GenBI UTU Lakukan Aksi Bersih Sampah Di Wisata Aceh Barat

Polisi juga ikut menyita beberapa alat lainnya yang dirancang dan dipasang untuk mengaliri listrik dikebun tersangka.

“BS mengakui perbuatannya yang mengakibatkan matinya seekor gajah liar tersebut dan ternyata dari hasil keterangan tersangka, dalam melakukan perbuatan tersebut ia dibantu oleh kedua rekannya berinisial D dan S,” tambah Kasat Reskrim.

Atas perbuatannya BS dipersangkakan pasal 40 ayat 2 Jo Pasal 21 ayat 2 UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi sumber Daya Alam dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Rubrik       : Hukum
Editor       : Jufry Ijup
Sumber    : anteroaceh.com

Pos terkait