BANDA ACEH – Di tengah perjuangan memulihkan wilayah terdampak bencana hidrometeorologi, masyarakat Aceh kembali mendapat perhatian khusus dari Istana. Presiden Prabowo Subianto menyalurkan bantuan sapi untuk tradisi meugang Idul Fitri, sebuah langkah yang dinilai krusial bagi kondisi sosial dan ekonomi Serambi Mekkah saat ini.
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), bersama Wakil Gubernur Fadhlullah (Dek Fadh), menyambut hangat bantuan kedua dari Presiden tersebut. Menurut Mualem, bantuan ini bukan sekadar urusan tradisi, melainkan suplemen moral bagi warga yang tengah tertimpa musibah.
“Ini kepedulian nyata. Di saat warga kita sedang berjuang menghadapi dampak bencana, kehadiran bantuan ini menghadirkan kebahagiaan di tengah situasi sulit,” ujar Mualem, Selasa (17/3).
Lebih dari sekadar bantuan sosial, Dek Fadh menyoroti dampak ekonomi dari distribusi sapi ini. Mengingat inflasi Aceh yang menyentuh angka 6,94% (yoy) per Februari 2026, harga daging sapi kerap menjadi pemicu utama kenaikan harga menjelang hari besar.
“Daging sapi adalah penyumbang inflasi dominan saat meugang. Bantuan Presiden ini secara langsung membantu menstabilkan harga dan meringankan beban ekonomi masyarakat,” ungkap Dek Fadh.
Selain memastikan distribusi bantuan berjalan tepat sasaran bagi korban bencana, Pemerintah Aceh juga menitipkan pesan khusus. Mualem berharap Presiden Prabowo dapat meluangkan waktu untuk merayakan Idul Fitri langsung di Aceh.
“Kehadiran beliau di Aceh pada hari kemenangan nanti tentu akan menjadi kebanggaan dan suntikan semangat luar biasa bagi rakyat Aceh untuk bangkit kembali,” tambahnya.
Tradisi meugang ritual menyembelih ternak menjelang hari raya tetap menjadi simbol kebersamaan yang kokoh di Aceh. Dengan adanya sokongan dari Pemerintah Pusat, tradisi ini diharapkan tetap khidmat meski di tengah tantangan pemulihan pascabencana. **






