Viral, Video Senam Depan Gedung UTU Tidak Menggunakan Pakaian Syar’i

  • Whatsapp

MEULABOH, INFONANGGROE.COM – Beredarnya video senam yang tidak berbusana syar’i di media sosial, yang dilakukan di depan gedung baru Universitas Teuku Umar Aceh Barat, mengundang warganet berdebat di media sosial.

Menggunakan pakaian syar’i oleh setiap Warga Aceh wajib untuk diterapkan sesuai dengan qanun Aceh No.11 Tahun 2002 pasal 13 dan pasal 23 tentang tentang berbusana Islami. Kamis, 7 Januari 2021.

Syafyuzal Helmi Presiden Mahasiswa Universitas Teuku Umar menyayangkan video senam zumba yang beredar disalah satu akun media sosial mencoreng nama baik kampus UTU.

Baca juga:
Ormas Aceh Barat Turun Kejalan Tuntut Presiden Prancis

“Video senam zumba yang beredar disalah satu akun media sosial dengan durasi beberapa menit telah mencoreng nama baik kampus UTU, hal tersebut sangat disayangkan bukan karena senamnya tapi melainkan karna pakaian yang dikenakan ini sudah melanggar kode etik kampus dan melanggar syariat Islam”, katanya kepada infonanggroe.com.

Ia berharap, pihak kampus tidak berdiam diri untuk segera menyikapi secara tegas terkait video senam, juga meminta kepada pimpinan kampus segera memanggil dan memproses oknum tersebut. Hal tersebut pun tanpa sepengetahuan dari pihak pimpinan kampus dan telah mencoret nama baik kampus Universitas Teuku Umar.

Baca juga:
HIMAGRO FP UTU Adakan Musyawarah Besar Secara Lansung 2020-2021

“Sesuai dengan Qanun Aceh No.11 Tahun 2002 pasal 13 disebutkan bahwa “kriteria pakaian busana islami yang sesuai yaitu pakaian yang menutup aurat, baik, sopan, tidak menunjukkan lekuk tubuh serta tidak menimbulkan syahwat bagi yang melihat, Serta penerapan sanksi yang diberikan bagi pelanggar itu tercantum pada pasal 22 tersebut dapat dimulai dari yang terendah hingga tertinggi, yaitu cambuk, denda dan kurungan penjara serta pencabutan hak kompensasi”, tegas Gus Mariadi Menteri Pendidikan Riset dan Teknologi Pemerintahan Mahasiswa Universitas Teuku Umar.

“Dengan peraturan diatas diharapkan pihak kampus mengambil tindakan tegas terkait hal ini agar tidak terulang kembali”, tutupnya.

Rubrik       : Nanggroe

Pos terkait