Mahasiswa Menuntut Kadistanbun Aceh Mencabut Laporan Penahanan Tgk Munirwan

BANDA ACEH, INFONANGGROE.com – Puluhan massa yang tergabung dalam Pemerintah Mahasiswa Universitas Abulyatama Aceh (Pema Unaya), Universitas Malikussaleh (Unimal), dan kampus lainnya di Aceh melancarkan demo di Kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Jalan Teuku Panglima Nyak Makam, Banda Aceh, Jumat (26/7) sore.

Mahasiswa menuntut Kadistanbun Aceh, A Hanan MM agar segera mencabut laporan penahanan terhadap Tgk Munirwan, Keuchik Meunasah Rayeuk, Aceh Utara, yang ditahan gara-gara menjual benih padi yang tidak bersertifikat kepada petani lain di luar desanya.

Suasana demo kemarin sempat berlangsung panas dengan aksi dorong-dorongan mahasiswa dan aparat. Mahasiswa kecewa karena tak bisa menemui Kadistanbun Aceh. Meskipun jumlah pendemo terlihat kontras dengan aparat yang lebih banyak, massa tetap lantang menyuarakan aspirasinya. Ketegangan mereda saat A Hanan, orang yang paling dicari saat itu, muncul bersama Dir Reskrimsus Polda Aceh, Kombes Pol Saladin SH untuk bicara dengan mahasiswa.

Koordinator aksi, Rahmatun Fhonna yang juga Presiden Mahasiswa Unaya menegaskan bahwa aksi tersebut murni untuk membela rakyat. Musibah yang menimpa Tgk Munirwan sangat disayangkan, di mana seorang putra daerah yang berprestasi di tingkat nasional justru dikriminalisasi. “Inovasi Pak Keuchik seharusnya diapresiasi oleh Distanbun Aceh. Tapi apa yang terjadi saat ini justru sebaliknya, Tgk Munirwan dilaporkan ke polisi dan ditahan,” katanya.

Dan kordinator aksi dari Universitas malikussaleh(Unimal) Abdul hamid menambahkan pemerintah Aceh telah gagal menjalankan visi misi Aceh Troe.

Dari sembilan misi Pemerintah Aceh untuk mencapai visi “terwujudnya Aceh yang damai dan sejahtera melalui pemerintahan yang bersih, adil, dan melayani”, tersebutlah pada poin keenam, yakni menjamin kedaulatan dan ketahanan pangan yang berimplikasi terhadap kesejahteraan petani dan nelayan melalui peningkatan produktivitas dan nilai tambah hasil pertanian dan kelautan.

Untuk mewujudkan cita-cita mulia tersebut, Pemerintah Aceh menerjemahkannya melalui program Aceh Meugoe dan Aceh Meulaot, yang menitikberatkan pada optimalisasi sektor primer, yaitu pertanian, perkebunan, dan kelautan. Di samping program unggulan lainnya, yaitu Aceh Seujahtra; Aceh SIAT; Aceh Carong; Aceh Energi; Aceh Kreatif; Aceh Kaya; Aceh Peumulia; Aceh Dame; Aceh Meuadab; Aceh Teuga; Aceh Green; Aceh Seuniya; dan Aceh Seumeuget.

Jika program Aceh Meugoe dan Aceh Meulaot ini lancar, maka hasilnya adalah Aceh Troe. Di mana kawasan rawan pangan menjadi berkurang, lumbung pangan bertambah, dan stok pangan jadi berlimpah.

“Dan harapan dari mahasiswa Unimal pemerintah Aceh harus membuat regulasi mekanisme pasar pertanian yang melindungi segenap Rakyat Aceh.dan mendesak dinas pertanian dan perkebunan(Distanbun)Aceh harus bertanggung jawab dalam tata kelola pertanian Aceh,” ujar Abdul hamid.

Rubrik      : News

Pos terkait