Oleh Linda Handayani, S. Pd. M. Pd
INFONANGGROE.com – Pemerintah Aceh berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan tanpa mengenyampingkan anak-anak berkebutuhan khusus, komitmen ini tentu perlu diapresiasi dengan baik, dan segenap perangka SKPA terkait bersung-sungguh mewujudkan keinginan Pemerintah Aceh ini. Upaya pemerataan pendidikan dengan tanpa membedakan strata sosial masyarakat dan status anak, termasuk bagi anak yang berketubuhan khusus merupakan tanggungjawab pemerintah, masyarakat, orang tua dan termasuk anak-anak itu sendiri sebagai pemengang haknya.
Masalah pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus itu juga tercantum dalam peraturan Mendiknas Nomor 70 Tahun 2009 tentang Pendidikan Inklusif bagi peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa. Namun realitasnya, masih banyak orang tua wali murid yang tidak berkebutuhan khusus, masih enggan disatukan dengan anak-anak berkebutuhan khusus. bahkan sebagian dari masyarakat kita masih mengharapkan diterapkanya sekolah-sekolah favorit yang menjaring siswa-siswa yang berprestasi, dan menolak sistem zonasi yang menerapkan semua sekolah setara bagi semua anak.
Dalam amatan dan survey yang kami lakukan, permasalahan diatas banyak dilatar belakangi ketidaktahuan para orangtua akibat lembahnya sosialisasi. tidak banyak dari orangtua memahami konsep sekolah bagi semua, dan apa yang disebut sebagai sekolah inklusi.
Apa itu Sekolah Inklusi?
Sekolah inklusif adalah sekolah yang mengijinkan peserta didik yang memiliki kebutuhan khusus untuk dapat belajar di kelas pendidikan umum (Choate, 2000 dalam Sunarjo, 2006 )
Beberapa murid yang belajar didalam kelas pendidikan inklusif harus bisa beradaptasi dengan struktur ruangan kelas. Ini tentunya membutuhkan strategi inklusif seperti mengganti struktur fisik didalam kelas (seperti meja dan bangku) dan ini akan membantu dan memudahkan murid murid yang mempunyai kekurangan secara fisik. Selain itu pula diperlukan pengaturan tempat duduk untuk murid yang mempunyai kekurangan dalam pendengaran dan penataan waktu belajar didalam kelas terhadap murid yang kekurangan dalam daya tangkap dan kelakuaan, sehingga mereka dapat belajar lebih nyaman didalam kelas. Adaptasi yang paling penting dalam strategi pendidikan inklusif adalah mengenalkan kepada setiap murid arti dari keberagaman. Jangan pernah untuk bertoleransi terhadap tindakan diskriminasi, mendorong murid murid belajar didalam kelompok kelompok dan biarkan mereka berkembang dan bersinar dengan cara mereka.
Apa yang perlu dilakukan untuk mengadaptasi metode pembelajaran, pandangan penulis. Selain menggubah bentuk fisik ruangan didalam kelas, guru juga perlu mengadaptasi metode pengajaran disesuaikan dengan anak murid berkebutuhan khusus yang ada didalam kelasnya. Contoh yang dapat dilakukan adalah dengan cara memberikan penjelasaan terlebih dahulu terhadap kata kata yang sulit pada saat memberikan pelajaran membaca.
Bagaimana Mengadaptasi tugas dikelas dan dirumah.
Murid murid yang mempunyai berbagai macam kekurangan membutuhkan adaptasi dalam menggerjakan tugas dikelas dan dirumah. Strategi pendidikan inklusif yang memungkinkan untuk dilakukan adalah dengan cara bekerja sama didalam kelompok dengan menggabungkan murid yang normal dengan yang berkebutuhan khusus. Juga dapat memberikan tambahan waktu ketika mereka mengerjakan tugas tugas mereka.
Mengadaptasi kuis dan ujian.
Jika ada murid yang lemah dalam membaca dan menulis karena kekurangan dapat diatasi dengan cara memberikan kuis atau ujian dengan teknik audio. Guru juga dapat membacakan soal soal ke murid yang berkebutuhan khusus, serta pertimbangkan untuk memberikan tambahan waktu.
Strategi pendidikan inklusif dapat berjalan dengan baik ketika semua lapisan didalam sekolah dan masyarakat mengerti arti dari keberagaman.





