Faisal Rizal Hasan Soroti Pejabat Aceh yang Dinilai Lupakan Relawan Mualem-Dek Fadh, Sebagian Masih Terlilit Utang

Faisal Rizal Hasan Soroti Pejabat Aceh yang Dinilai Lupakan Relawan Mualem-Dek Fadh, Sebagian Masih Terlilit Utang
DAMPINGI MUALEM - Faisal Rizal Hasan (paling kanan) mendampingi Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) dan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) dalam sebuah pertemuan.

INFONANGGROE.COM – Kekecewaan terhadap sikap sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Aceh mencuat setelah perjuangan relawan pemenangan Muzakir Manaf (Mualem) dan Fadhlullah (Dek Fadh) dalam Pilkada Aceh 2024 dinilai mulai dilupakan. Bahkan, sebagian relawan disebut masih menanggung utang akibat pengorbanan mereka selama proses pemenangan pasangan tersebut.

Ketua Umum Aceh Foundation, Faisal Rizal Hasan, yang juga Staf Khusus Gubernur Aceh Bidang Pembangunan, Sumber Daya Manusia (SDM), Sains dan Teknologi (Sainstek), Pendidikan, dan Kesetaraan Gender, mengungkapkan kekecewaannya terhadap sejumlah pejabat Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Bacaan Lainnya

Kepada Serambinews.com, Sabtu (17/10/2026), Faisal menyoroti kondisi relawan yang dinilai belum mendapatkan perhatian memadai meskipun telah ikut berjuang mengantarkan Mualem-Dek Fadh memimpin Aceh.

“Padahal sejumlah relawan hingga kini masih menanggung utang akibat perjuangan politik tersebut,” ungkap Faisal, Sabtu (17/10/2026), dikutip dari serambinews.

Menurut Faisal, kemenangan dalam Pilkada Aceh 2024 tidak terlepas dari keterlibatan berbagai pihak yang berada di belakang pasangan tersebut. Karena itu, kontribusi mereka semestinya tetap dihargai meskipun kontestasi politik telah berakhir.

“Keberhasilan Mualem-Dek Fadh memimpin Aceh tidak terlepas dari kontribusi tim koalisi, relawan, dan berbagai elemen masyarakat,” katanya.

Ia juga menyoroti kecenderungan sejumlah pejabat yang dinilainya lebih mengutamakan hubungan dengan pihak-pihak yang sebelumnya tidak berada dalam barisan pendukung Mualem-Dek Fadh. Perhatian terhadap pihak dari luar Aceh turut menjadi sorotannya.

“Bahkan ada pejabat yang lebih mengutamakan kedekatan dengan pihak dari luar Aceh dibandingkan memberikan perhatian kepada relawan,” bebernya.

Meski menyampaikan kritik tersebut, Faisal tidak menyebutkan nama pejabat ataupun instansi yang dimaksud.

Ia menegaskan bahwa penghargaan terhadap relawan tidak harus diwujudkan melalui pemberian jabatan di pemerintahan. Menurutnya, komunikasi yang baik, penghormatan terhadap kontribusi, serta kepedulian kepada mereka yang pernah berjuang merupakan hal yang tidak boleh diabaikan.

Faisal mengingatkan agar jabatan dan kekuasaan tidak membuat pejabat melupakan pihak-pihak yang telah memberikan dukungan. Terlebih, sebagian relawan masih menghadapi kesulitan ekonomi setelah mengerahkan tenaga dan sumber daya selama perjuangan politik.

Pilih Menahan Diri demi Menjaga Marwah Panglima

Di tengah kekecewaan tersebut, Faisal mengaku masih memilih bersabar bersama sejumlah relawan. Sikap itu diambil untuk menjaga marwah Mualem sebagai Gubernur Aceh sekaligus sosok yang mereka dukung dalam Pilkada.

Faisal tidak ingin persoalan tersebut berkembang menjadi kegaduhan politik yang dapat mengganggu jalannya pemerintahan Aceh. Terlebih, Mualem saat ini tengah menjalani pengobatan rawat jalan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa sikap menahan diri bukan berarti para relawan menerima begitu saja perlakuan yang mereka anggap tidak adil. Ia berharap kritik yang disampaikan dapat menjadi pengingat bagi jajaran pemerintahan untuk menjaga hubungan dengan para pendukung.

“Apa yang saya sampaikan ini merupakan bentuk kepedulian agar hubungan antara jajaran pemerintahan dan para pendukung tetap terpelihara dengan baik,” ujarnya.

Faisal menilai jabatan pemerintahan merupakan amanah yang tidak berlangsung selamanya. Sebaliknya, penghormatan terhadap sesama harus tetap dijaga, termasuk kepada relawan yang tidak memiliki kedudukan formal dalam pemerintahan.

Ia turut mengingatkan bahwa sebagian relawan memiliki perjalanan panjang dalam dinamika perjuangan Aceh, mulai dari masa konflik hingga keterlibatan dalam proses politik demokratis. Pengalaman dan pengorbanan tersebut, menurutnya, tidak semestinya dilupakan hanya karena pemilihan kepala daerah telah selesai.

Faisal juga menilai banyak pendukung Mualem-Dek Fadh sejak awal tidak menjadikan jabatan sebagai tujuan utama. Mereka berharap pemerintahan yang terbentuk dapat membawa perbaikan bagi kehidupan masyarakat dan mewujudkan kesejahteraan yang lebih merata.

Menutup keterangannya, Faisal berharap Mualem segera pulih dan senantiasa diberikan kekuatan untuk menjalankan tugasnya sebagai Gubernur Aceh.

Pos terkait