Niat Memastikan Sekolah Libur akibat Kabut Asap, Tiga Kakak Beradik Tewas Ditabrak Truk

Niat Memastikan Sekolah Libur akibat Kabut Asap, Tiga Kakak Beradik Tewas Ditabrak Truk
Istimewa/Romaldus Puhun

INFONANGGROE.COM – Tiga kakak beradik di Pontian, Johor, Malaysia, meninggal dunia dalam kecelakaan sepeda motor dan truk pada Kamis (8/10/2026). Perjalanan singkat untuk memastikan sekolah mereka benar-benar diliburkan akibat kabut asap berakhir tragis, bahkan lokasi kecelakaan hanya sekitar 200 meter dari rumah mereka.

Ketiga korban masing-masing bernama Nor Daniel Aiman (18), Nor Daniel Fikri Norlizan (11), dan Puteri Naufal Raisya (8). Saat kejadian, Nor Daniel Aiman mengendarai sepeda motor dengan membonceng kedua adiknya.

Berdasarkan dugaan awal, sepeda motor tersebut bertabrakan dengan truk yang datang dari arah berlawanan. Kedua adiknya meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan Nor Daniel Aiman sempat dibawa untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, ia meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Pengemudi truk berusia 69 tahun mengalami luka pada tangan dan kaki serta telah mendapatkan perawatan medis. Foto dari lokasi kejadian juga memperlihatkan kerusakan pada bemper depan truk.

Sempat Dilarang Ibu karena Sekolah Libur

Di balik kecelakaan tersebut, tersimpan kisah memilukan tentang alasan ketiga bersaudara itu keluar rumah. Sekolah-sekolah di Johor diketahui diliburkan pada 8 dan 9 Oktober 2026 akibat kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut dan memburuknya kualitas udara.

Ibu korban, Julaiha Munaji, mengaku sudah memberi tahu anak-anaknya bahwa sekolah diliburkan. Namun, kedua anaknya yang masih kecil tetap ingin berangkat.

“Saya sudah memberi tahu mereka bahwa tidak perlu pergi karena sekolah ditutup hari ini,” ujar Julaiha, dikutip dari Kompas yang mengutip laporan AsiaOne.

Melihat kedua adiknya tetap ingin pergi, Nor Daniel Aiman akhirnya mengantar mereka untuk memastikan langsung bahwa sekolah memang tutup. Setelah mengetahui kondisi sekolah, mereka bertiga kemudian pulang ke rumah.

Namun, perjalanan pulang itu berakhir dengan kecelakaan sebelum mereka tiba di kediaman.

“Kakak tertua mereka membawa mereka ke sana untuk menunjukkan bahwa sekolah memang benar-benar tutup. Namun dalam perjalanan pulang, mereka mengalami kecelakaan,” ungkap Julaiha.

Julaiha, yang merupakan ibu dari enam anak, kini harus kehilangan tiga buah hatinya sekaligus. Ketiganya mengalami kecelakaan saat berada sangat dekat dengan rumah, dengan jarak lokasi kejadian diperkirakan hanya sekitar 200 meter.

Polisi Selidiki Penyebab Tabrakan

Kepala Kepolisian Daerah Pontian, Hadzrat Hussein Mion Hussian, telah mengonfirmasi kejadian tersebut melalui pernyataan resmi.

Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan. Berdasarkan informasi awal, sepeda motor yang ditumpangi ketiga korban diduga bertabrakan dengan truk dari arah berlawanan.

Meski kabut asap menjadi alasan sekolah diliburkan, belum ada keterangan resmi yang menyatakan bahwa kondisi udara atau jarak pandang menjadi penyebab tabrakan. Faktor pemicu kecelakaan masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.

Pos terkait