Bireun, INFONANGGROE.com — Nilai-nilai hak asasi manusia (HAM) mulai dikenalkan kepada siswa sejak usia dini. Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) Aceh melalui Penggerak HAM Desa Meunasah Blang menggelar Penguatan Kapasitas HAM bagi siswa-siswi SD Negeri 18 Bireuen, Selasa, 22 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung di SD Negeri 18 Bireuen, Meunasah Blang, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, tersebut mengusung tema “Penguatan Kapasitas HAM bagi Siswa-Siswi SD Negeri 18 untuk Saling Menghargai, Menjaga, dan Melindungi.”
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan nilai-nilai HAM kepada anak sekaligus memperkuat pelaksanaan Desa Meunasah Blang sebagai Desa Binaan Sadar HAM.
Penggerak HAM Desa Meunasah Blang, Puja Rahmah, dalam kegiatan tersebut mengajak siswa memahami HAM melalui bahasa dan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Siswa dikenalkan pada pengertian HAM, hak anak, pentingnya menghargai teman, menjaga diri dan orang lain, serta keberanian untuk meminta bantuan ketika menghadapi persoalan.
Belajar HAM dari Kehidupan Sehari-hari
Puja menjelaskan bahwa HAM merupakan hak yang melekat pada setiap manusia sejak lahir dan harus dihormati oleh semua orang.
Dalam konteks anak, para siswa diperkenalkan dengan sejumlah hak dasar, seperti memperoleh pendidikan, mendapatkan kasih sayang dan perlindungan, bermain dan beristirahat, serta memperoleh rasa aman dari kekerasan, pelecehan, maupun perlakuan buruk.
Pemahaman tersebut kemudian dikaitkan dengan berbagai situasi yang mungkin mereka temui di sekolah.
Misalnya, ketika seorang teman diejek karena memiliki perbedaan, tidak diajak bermain, dicubit atau dipukul, hingga ketika seorang anak merasa takut untuk menceritakan persoalan yang dialaminya.
Para siswa diajak mendiskusikan tindakan yang tepat dalam situasi tersebut, termasuk siapa yang dapat dimintai pertolongan.
“Mulai dari hal-hal sederhana. Menghargai teman, mendengarkan ketika teman berbicara, tidak mengejek, tidak mengucilkan dan membantu teman merupakan bagian dari penerapan nilai HAM di sekolah,” kata Puja dalam kegiatan tersebut.
Siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga dan melindungi diri. Mereka diajak berani mengatakan tidak terhadap tindakan yang menyakiti, menjauh dari situasi berbahaya, serta meminta bantuan kepada orang dewasa yang dipercaya.
Mereka juga diingatkan agar tidak diam ketika melihat teman mengalami tindakan yang dapat membahayakan atau menyakitinya.
Sekolah sebagai Ruang Pembentukan Karakter
Pihak SD Negeri 18 Bireuen menyambut baik kegiatan tersebut.
Kepala SD Negeri 18 Bireuen Meunasah Blang, Bahagia, S.Pd., bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ernawati, S.Pd.I., turut mendukung kegiatan penguatan kapasitas HAM bagi siswa.
Ernawati mengatakan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik. Menurut dia, sekolah juga memiliki tanggung jawab membentuk karakter siswa.
Ia mengajak siswa membangun kebiasaan sederhana, seperti menghormati guru, menyayangi teman, menjaga tutur kata, tidak mengejek atau menyakiti orang lain, serta membantu teman yang membutuhkan.
“Sekolah kita akan menjadi tempat yang aman dan nyaman apabila kita semua saling menghargai, saling menjaga dan tidak melakukan tindakan yang dapat menyakiti teman. Mulailah dari diri sendiri dan dari hal-hal kecil. Jadilah murid yang berkarakter baik,” ujar Ernawati.
Ia berharap penguatan kapasitas HAM dapat membantu siswa memahami bahwa menghormati hak orang lain merupakan bagian penting dari pembentukan karakter.
Memperkuat Desa Sadar HAM
Kegiatan di SD Negeri 18 Bireuen juga menjadi bagian dari penguatan Desa Meunasah Blang sebagai Desa Binaan Sadar HAM.
Penanaman nilai HAM tidak hanya diarahkan berlangsung di sekolah. Nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan siswa dalam kehidupan keluarga dan lingkungan masyarakat.
Dengan demikian, sekolah menjadi salah satu ruang strategis untuk membangun kebiasaan saling menghormati, menjaga dan melindungi.
Di akhir kegiatan, para siswa diajak membangun komitmen untuk menghargai hak setiap anak, berani meminta bantuan ketika menghadapi persoalan, serta ikut menjaga lingkungan sekolah agar tetap aman dan nyaman.
Melalui kegiatan tersebut, kesadaran HAM diharapkan tumbuh sebagai bagian dari karakter generasi muda Desa Meunasah Blang.
Dari ruang kelas SD Negeri 18 Bireuen, pesan sederhana tentang menghargai, menjaga dan melindungi ditanamkan sebagai kebiasaan yang diharapkan dapat tumbuh bersama kehidupan masyarakat.






