INFONANGGROE.COM – Kelegaan perlahan menggantikan kepanikan di wajah Eutik dan Rahmat. Putri mereka, seorang siswi SMA berinisial FR yang hilang tanpa jejak selama hampir tiga hari, akhirnya kembali ke pelukan keluarga pada Senin (31/8/2026) malam. Namun, misteri rupanya belum usai. Harta benda FR raib, dan pria kenalan baru yang membawanya pergi kini menghilang tak berbekas. Merasa ada yang janggal, pihak keluarga pun bersiap mengambil langkah hukum.
Ibunda FR, Eutik, menegaskan bahwa keluarganya tengah merencanakan visum et repertum untuk mengetahui kondisi pasti sang anak, sekaligus menindaklanjuti laporan ke Polres Metro Jakarta Timur.
“Belum divisum, masih rencana ya. Biar tahu nanti (kondisi FR),” ujar Eutik saat ditemui di kediamannya pada Selasa (1/9/2026), dikutip dari kompas.
Setelah berkonsultasi dengan Polsek Matraman, keluarga sepakat bahwa kasus ini tidak boleh dihentikan begitu saja. Pria berinisial HA, sosok yang membawa FR pergi, diharapkan segera diproses secara hukum. Keluarga ingin memastikan tidak ada lagi perempuan yang menjadi korban dengan modus serupa di kemudian hari.
Awal Mula Petaka: Pamit Nonton Konser Kisah hilangnya FR bermula pada Sabtu (29/8/2026) sore. Saat itu, FR berpamitan untuk menonton konser di Lapangan Banteng bersama HA, pria yang anehnya baru ia kenal selama satu hari. Sebelum berangkat, HA sempat mengutarakan rute perjalanan mereka kepada keluarga FR: mencari barang antik di Jatinegara, mampir ke Pademangan, lalu menuju Lapangan Banteng.
Karena khawatir putrinya kemalaman, sang ayah, Rahmat, meminjamkan sepeda motornya. Kakak FR bahkan sempat mengawal mereka menggunakan motor lain hingga ke kawasan Jatinegara lantaran HA berdalih tidak hafal jalan. Namun, setelah berpisah pada pukul 20.30 WIB, komunikasi dengan FR terputus total. Ponselnya sudah tidak bisa dihubungi.
Kepanikan mulai melanda. Pencarian menyusuri kawasan Pademangan hingga dini hari tak membuahkan hasil. Upaya melapor ke Polsek Matraman pada pukul 03.00 WIB pun sempat terkendala aturan batas waktu kehilangan 1×24 jam, meski data laporan sudah dicatat oleh petugas. Tak menyerah, keluarga akhirnya menyebarkan informasi hilangnya FR melalui berbagai platform media sosial.
Jejak Misterius dari Bandung hingga Cikarang Titik terang baru muncul pada Senin malam. Sebuah pesan WhatsApp masuk dari nomor tak dikenal, yang ternyata adalah pinjaman dari seorang wanita di Stasiun Cikarang, Jawa Barat. Pesan dari FR itu singkat namun menyayat hati: “Aku mau pulang Kak, jemput aku sekarang, aku capek.”
Setelah memastikan melalui panggilan video bahwa itu benar-benar FR, keluarga yang dibantu oleh wanita baik hati di stasiun tersebut langsung mengarahkan FR untuk naik kereta menuju Stasiun Matraman agar bisa segera dijemput. Setibanya di sana, FR terlihat kelelahan, namun secara fisik dalam kondisi baik dan tidak mengeluhkan sakit pada tubuhnya.
Meski sudah berada di rumah yang aman, siswi tersebut masih belum banyak bercerita tentang perjalanannya. Kepada keluarga, ia hanya menyebutkan bahwa dirinya sempat diajak pergi ke Bandung—tepatnya di sekitar Terminal Leuwi Panjang—sebelum akhirnya terlantar di Cikarang. Tak ada penjelasan rinci tentang bagaimana ia bisa berpindah sejauh itu.
Harta Benda Raib, Sosok HA Penuh Kejanggalan Kembalinya FR menyisakan rentetan tanda tanya, terutama mengenai sosok HA yang kini raib ibarat ditelan bumi. Eutik mengaku sejak awal perkenalan yang singkat itu, ia sudah merasakan banyak kejanggalan. HA sempat mengaku bekerja di bidang pelayaran dan bertugas di Muara Angke. Namun, saat pihak keluarga menelusuri kebenarannya, identitas tersebut terbukti fiktif.
Meski sepeda motor milik Rahmat berhasil ditemukan terparkir di kawasan Cikarang—karena FR masih mengantongi kunci dan karcis parkirnya—sejumlah barang berharga milik FR lenyap. Telepon seluler, iPad, hingga Kartu Indonesia Pintar (PIP) miliknya diduga kuat dibawa kabur oleh HA.
Kini, sembari memberikan waktu bagi FR untuk memulihkan diri dari trauma dan kebingungan, pihak keluarga menanti keadilan. Mereka berharap pihak kepolisian segera bertindak mengusut tuntas misteri hilangnya sang putri, mengungkap motif HA, dan menangkapnya sebelum ada korban berikutnya.






