INFONANGGROE.COM – Seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) berinisial AFP (16) ditemukan meninggal dunia di kediamannya yang berlokasi di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, pada Jumat (28/8/2026) dini hari. Remaja tersebut diduga mengakhiri hidupnya menggunakan tali tambang.
Peristiwa pilu ini pertama kali diketahui oleh ayah korban. Dikutip dari Kompas.com, Ketua RT setempat, Gordang, menceritakan bahwa ayah AFP mendatangi masjid terdekat usai salat Subuh berjemaah untuk melaporkan insiden yang menimpa anaknya.
Gordang bersama beberapa warga segera mendampingi ayah korban menuju lokasi kejadian. Begitu tiba di rumah duka, jenazah AFP diketahui sudah berada di lantai satu dalam posisi berbaring miring, setelah sebelumnya diturunkan oleh sang ayah dari lantai dua karena panik.
Sebelum ditemukan tak bernyawa, keberadaan AFP sempat dicurigai oleh rekan sebayanya berinisial H. Pada Kamis (27/8/2026) malam, H menemani AFP membeli tali tambang di warung terdekat setelah korban diminta pulang oleh ayahnya. H mengaku sempat menaruh curiga, namun tidak menanyakan alasan di balik pembelian tali tersebut.
H juga mengungkapkan bahwa almarhum kerap mengeluhkan rasa lelah atas kehidupannya dan beberapa kali pernah mengutarakan niat untuk mengakhiri hidup, yang selama ini selalu ditahannya. Berdasarkan informasi yang didapat H, AFP diketahui hanya tinggal berdua bersama sang ayah.
Saat dikonfirmasi secara terpisah, Kanit Reskrim Polsek Kembangan AKP Rahmad Kurniatoro membenarkan adanya dugaan bunuh diri yang melibatkan seorang pelajar SMP tersebut. Dari hasil pemeriksaan sementara, Rahmad menyebutkan bahwa korban diduga mengalami masalah kesehatan mental, yakni gejala gangguan bipolar, dan tercatat sudah beberapa kali berpindah sekolah serta melakukan percobaan bunuh diri.
Di sekitar lokasi kejadian, petugas juga menemukan sepucuk surat bertuliskan “My Suicide Log” yang diduga ditulis oleh AFP. Isi catatan tersebut memuat curahan hatinya yang merasa kesepian, terluka, serta secara tersirat mengungkap alasannya nekat mengambil tindakan tersebut.
Saat ini, jenazah AFP telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati. Pihak kepolisian masih menunggu hasil otopsi resmi untuk memastikan penyebab pasti kematian sebelum mengambil kesimpulan akhir.






