Pendiri Yayasan Gerak Bareng, Ahmad Zaki Ali, Meninggal Dunia Saat Salurkan Bantuan Gempa NTT

Pendiri Yayasan Gerak Bareng, Ahmad Zaki Ali, Meninggal Dunia Saat Salurkan Bantuan Gempa NTT
Ahmad Zaki Ali (41), founder Yayasan Gerak Bareng, meninggal dunia saat menjalankan misi kemanusiaan untuk membantu korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).(Dok. Instagram Gerak Bareng)

INFONANGGROE.COM – Kabar duka menyelimuti dunia kemanusiaan Indonesia. Pendiri Yayasan Gerak Bareng, Ahmad Zaki Ali, tutup usia saat bertugas menyalurkan bantuan bagi korban terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Almarhum mengembuskan napas terakhir pada Jumat (21/8/2026) di wilayah Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.

Kepergian aktivis kemanusiaan ini dibenarkan oleh Kapolres Manggarai, AKBP Levi Defriansyah. Jenazah almarhum saat ini disemayamkan di Masjid Nurul Huda Reo, Kabupaten Manggarai, NTT.

Bacaan Lainnya

Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, menyampaikan bahwa proses pemulangan jenazah dijadwalkan berlangsung Sabtu pagi menggunakan helikopter Basarnas menuju Labuan Bajo. Dari Bandara Internasional Komodo, jenazah akan diterbangkan ke Jakarta.

“Besok dijemput di Reo dan dibawa ke Labuan Bajo,” kata Fathur, Jumat, dikutip dari Kompas.com.

Sosok Pengabdi Kemanusiaan

Pria berusia 41 tahun yang akrab disapa Bang Jek ini dikenal sebagai figur sentral di Yayasan Gerak Bareng—sebuah lembaga sosial yang bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, dakwah, hingga pemberdayaan ekonomi. Melalui unggahan resmi akun Instagram @ayogerakbareng, almarhum dikenang tak hanya sebagai pendiri, tetapi juga guru, sahabat, dan pendorong semangat relawan.

Rekam jejak almarhum dalam aksi sosial sangat luas. Pada 2025, ia memimpin penyaluran bantuan pangan, pakaian hangat, dan layanan psikososial bagi pengungsi Gaza di Yordania. Pada tahun yang sama, almarhum menjangkau wilayah pedalaman Indonesia Timur seperti Agats di Papua Selatan untuk program zakat Ramadan, serta memelopori pembuatan jaringan pipa air bersih sepanjang 3,5 kilometer pascabencana longsor di Sukabumi.

Misi Terakhir di Bencana Flores

Aksi mulia almarhum berlanjut saat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026. Zaki bersama tim relawan langsung bertolak ke lokasi bencana sehari setelah kejadian.

Melalui akun Instagram pribadinya, @ahmadzaki_ali, ia sempat membagikan kabar terkini mengenai penyaluran bantuan kepada ratusan keluarga terdampak, sekaligus mengabarkan kondisi logistik yang kian menipis di tengah guncangan gempa susulan.

Peristiwa berduka terjadi pada Jumat sore sekitar pukul 14.00 WITA. Saat mengendarai mobil menuju Desa Satar Padut untuk mengantar bantuan, almarhum mendadak menghentikan kendaraan dan mengeluh tak nyaman hingga meminta bantuan rekannya untuk melepaskan helm serta jaket yang dikenakannya. Tak lama kemudian, almarhum hilang kesadaran. Pihak medis di posko terdekat kemudian menyatakan almarhum telah meninggal dunia.

Pos terkait