Dugaan Keracunan MBG di Bontang Meluas ke 4 Sekolah, Dapur Ditutup, 44 Orang Dirumahkan

Dugaan Keracunan MBG di Bontang Meluas ke 4 Sekolah, Dapur Ditutup, 44 Orang Dirumahkan
Suasana Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Utara 2 yang operasionalnya dihentikan sementara, Jumat (7/8/2026). Penghentian dilakukan menyusul dugaan keracunan makanan yang dialami 31 penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).(KOMPAS.Com/Erik Alfian)

INFONANGGROE.COM – Insiden dugaan keracunan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang, Kalimantan Timur, dilaporkan semakin meluas. Jumlah korban yang mengalami gejala seperti mual, muntah, dan diare kini melonjak menjadi 31 orang dari sebelumnya hanya 12 orang. Para korban ini diketahui berasal dari empat sekolah yang berbeda.

Menyikapi eskalasi kejadian tersebut, kegiatan operasional di Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Utara 2 yang berlokasi di Kelurahan Api-Api langsung dihentikan total terhitung sejak Jumat (7/8/2026), hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan.

Bacaan Lainnya

Kepala SPPG Bontang Utara 2, Muhammad Rezky, menjelaskan bahwa penyetopan pasokan makanan ini merupakan instruksi langsung dari pimpinan sembari menanti keluarnya hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan dan Labkesda Bontang. “Kami belum tahu sampai kapan operasional dihentikan. Saat ini kami masih menunggu instruksi lanjutan dan hasil pemeriksaan sampel,” ujar Rezky, dikutip dari kompas, pada Jumat (7/8/2026).

Langkah penutupan sementara ini memicu dampak domino yang cukup besar. Sebanyak 2.487 penerima manfaat tidak bisa mendapatkan suplai makanan, termasuk terhentinya distribusi makanan tambahan untuk posyandu.

Di sisi lain, sebanyak 44 relawan dapur yang berstatus pekerja harian lepas—mulai dari koki, tim persiapan, tukang cuci alat makan, hingga sopir—terpaksa dirumahkan tanpa mendapatkan bayaran. Mengingat ketiadaan sistem kontrak yang mengikat, pihak SPPG mempersilakan para pekerja untuk mencari pekerjaan alternatif selama dapur ditutup.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun oleh SPPG Bontang Utara 2, sebaran 31 korban terdampak mencakup:

  • SDN 012 Bontang Selatan: 18 orang (11 murid, 7 guru)

  • SMP Negeri 1 Bontang: 7 orang (6 murid, 1 guru)

  • PAUD Al-Hikmah: 5 murid

  • SD Muhammadiyah: 1 murid

Merespons kejadian ini, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyatakan bahwa pemerintah daerah bersama Badan Gizi Nasional (BGN) telah bergerak cepat. Tim surveilans dari Dinkes dan Labkesda langsung diterjunkan ke lapangan untuk menangani para korban secara medis sekaligus melakukan investigasi mendalam terhadap sampel makanan. Ke depannya, pihak pemkot berkomitmen untuk mengevaluasi dan memperketat pengawasan jalannya program MBG di wilayah tersebut.

Pos terkait