RS Pusri Palembang Pecat Dokter Viral Hina Pasien BPJS ‘Banyakin Duit Halal’

RS Pusri Palembang Pecat Dokter Viral Hina Pasien BPJS 'Banyakin Duit Halal'
Foto: RS Pusri Palembang (Dok. Instagram/RS Pusri Palembang)

INFONANGGROE.COM – Manajemen Rumah Sakit (RS) Pusri Palembang mengambil langkah tegas dengan memutus hubungan kerja dr. Tamara Dewi Jasmine. Keputusan ini dijatuhkan buntut dari viralnya komentar kontroversial terkait pasien BPJS yang diunggah sang dokter melalui akun Threads @tamdjs, yang kemudian memicu pemeriksaan internal dari pihak rumah sakit.

Humas RS Pusri, Diah Dwi Anugrah, menjelaskan bahwa pemberhentian status dokter mitra ini merupakan hasil akhir dari serangkaian proses pemanggilan dan klarifikasi yang telah dijalankan oleh manajemen.

Bacaan Lainnya

“Sebagai bagian dari mekanisme pembinaan dan penegakan tata kelola organisasi, manajemen telah melakukan pemanggilan kepada dokter yang bersangkutan. Setelah melalui proses tersebut, manajemen memutuskan mengakhiri kerja sama dengan dr. @tamdjs sebagai dokter mitra RS Pusri,” jelas Diah dalam pernyataan resminya pada Jumat (8/8/2026), dikutip dari detiksumbagsel.

Lebih lanjut, Diah menyampaikan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab RS Pusri dalam menjaga marwah dan tata kelola institusi yang baik. Manajemen ingin memastikan bahwa setiap tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan medis patuh terhadap aturan serta menjunjung tinggi standar etika profesi.

Menyikapi polemik nirempati yang telanjur ramai di media sosial, pihak RS Pusri menjamin insiden tersebut tidak akan memengaruhi kualitas pelayanan fasilitas kesehatan mereka. Diah memastikan bahwa seluruh pasien akan tetap menerima perawatan medis yang profesional, aman, dan bermutu.

Ia juga menekankan bahwa rumah sakit selalu memegang teguh prinsip keadilan dalam pelayanan. Tidak ada diskriminasi dalam bentuk apa pun, baik dari segi latar belakang maupun status pasien, karena kesetaraan adalah nilai dasar yang selalu diterapkan di RS Pusri.

Sebagai penutup, manajemen menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepercayaan masyarakat yang tetap terjaga. Diah menegaskan bahwa insiden ini akan menjadi bahan evaluasi berkelanjutan demi meningkatkan kualitas layanan, menegakkan integritas, serta menjamin keselamatan dan kenyamanan seluruh pasien di masa mendatang.

Pos terkait