Warga Aceh Sempat Kesulitan BBM, Pertamina Kini Berjanji Percepat Distribusi

Warga Aceh Sempat Kesulitan BBM, Pertamina Kini Berjanji Percepat Distribusi
Warga antre mengisi bahan bakar untuk kendaraan pada salah satu SPBU di Pondok Baru, Bener Meriah, Aceh, Selasa (30/12/2025) Foto: ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

BANDA ACEH – PT Pertamina Patra Niaga bergerak cepat menormalkan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh wilayah Aceh. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah memperpanjang jam operasional terminal hingga 14 jam per hari.

Langkah ini menyasar dua titik utama: Integrated Terminal Lhokseumawe dan Fuel Terminal Krueng Raya. Sebelumnya, jam operasional di kedua terminal tersebut hanya berjalan selama 8 jam. Kini, layanan penyaluran BBM aktif selama 14 jam penuh guna memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi.

Bacaan Lainnya

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan bahwa pihaknya terus mengoptimalkan infrastruktur sebagai tulang punggung distribusi BBM.

“Kami terus mengoptimalkan operasional terminal agar proses penyaluran lebih efektif. Kondisi distribusi di lapangan kini terus membaik,” ujar Fahrougi dalam keterangan tertulis, Minggu (19/7/2026).

Genjot Frekuensi Mobil Tangki

Selain menambah waktu operasional, Pertamina meningkatkan frekuensi pengiriman mobil tangki hingga 65 persen. Kebijakan ini bertujuan mempercepat distribusi BBM dari terminal ke SPBU serta lembaga penyalur lainnya di seluruh Aceh.

Sejak 12 Juli 2026, Integrated Terminal Lhokseumawe juga telah memperluas cakupan pasokan ke wilayah Langsa dan Aceh Timur. Rata-rata volume pengiriman mencapai 48.000 liter per hari. Sementara untuk wilayah Bireuen dan Pidie, Pertamina menyinergikan pasokan dari Integrated Terminal Lhokseumawe dan Fuel Terminal Krueng Raya.

“Kami memperkuat koordinasi antar-terminal agar distribusi lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan dukungan infrastruktur yang ada, kami optimistis normalisasi penyaluran BBM terus menunjukkan perkembangan positif,” tambah Fahrougi.

Fahrougi menegaskan bahwa seluruh langkah ini diambil untuk menjaga keandalan distribusi di tengah tingginya permintaan. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap melakukan pembelian BBM secara wajar sesuai kebutuhan.

Pos terkait