Sukses Singkirkan Pantai Gading, Intip Strategi Diet “Kampung Halaman” ala Timnas Norwegia

Sukses Singkirkan Pantai Gading, Intip Strategi Diet "Kampung Halaman" ala Timnas Norwegia
Foto: IMAGN IMAGES via Reuters/TIM HEITMAN

DALLAS – Norwegia sukses mengamankan tiket babak 16 besar Piala Dunia 2026. Kepastian ini diraih setelah tim asuhan Stale Solbakken menumbangkan Pantai Gading 2-1 dalam laga babak 32 besar di Stadion Dallas, Texas, Amerika Serikat, Selasa (30/6) waktu setempat. Di fase berikutnya, Erling Haaland dan kolega sudah ditunggu oleh raksasa sepak bola, Brasil.

Di balik performa apik di lapangan, tim berjuluk Løvene (Singa) ini ternyata punya rahasia persiapan yang unik. Demi menjaga kebugaran para pemain, Federasi Sepak Bola Norwegia memboyong lebih dari 1 ton logistik makanan tradisional langsung dari negara mereka ke Amerika Serikat.

Bacaan Lainnya

Melansir laporan Yahoo News, manajemen tim membawa sekitar 300 kilogram ikan segar, 116 kilogram keju khas Norwegia, hingga 6.000 butir jeruk. Total pasokan pangan yang mendarat di markas tim bahkan menembus angka 1.000 kilogram.

Langkah ekstrem ini bukan sekadar memanjakan lidah Erling Haaland atau Martin Odegaard. Tim pelatih meyakini bahwa mengonsumsi makanan yang familier bisa menjaga rutinitas dan kenyamanan psikologis pemain di tengah turnamen yang melelahkan.

“Kami ingin menyajikan bahan-bahan terbaik dan berkualitas tinggi dari Norwegia. Kami sangat bangga bisa menyediakannya di momen krusial seperti ini,” ungkap koki tim Norwegia, Aron Espeland.

Espeland menambahkan, menjaga pola makan harian pemain adalah strategi penting untuk meminimalkan gangguan. Apalagi, turnamen internasional selalu sarat tekanan, mulai dari perjalanan jauh, perbedaan cuaca, kejenuhan di hotel, hingga perubahan ritme latihan. Makanan khas dari kampung halaman menjadi solusi praktis agar adaptasi pemain berjalan lebih kilat.

Upaya totalitas ini mempertegas bahwa Norwegia tidak datang ke Amerika Serikat hanya sebagai pelengkap turnamen. Setelah absen selama hampir tiga dekade sejak Piala Dunia 1998, generasi emas Norwegia kini siap meledak.

Ambisi ini sudah terlihat sejak fase kualifikasi. Norwegia menyapu bersih delapan laga dengan kemenangan dan menggelontorkan 37 gol. Haaland bahkan menjadi momok menakutkan dengan donasi 16 gol. Dengan catatan impresif tersebut, perhatian mendetail terhadap urusan dapur menjadi bukti keseriusan mereka memburu prestasi.

Bagi Norwegia, setiap detail kecil bisa menjadi penentu kemenangan. Rasa nyaman dari makanan rumah diharapkan mampu mendongkrak performa para pemain saat bertanding.

Aksi bawa logistik dalam jumlah masif ini sebenarnya bukan hal baru bagi olahraga Norwegia. Pada Olimpiade Musim Dingin 2018 lalu, delegasi Norwegia sempat viral gara-gara salah memesan telur. Berniat memesan 1.500 butir, mereka justru mendapat kiriman 15.000 butir telur akibat kesalahan penerjemahan.

Meski ceritanya berbeda, insiden tersebut membuktikan bahwa olahraga Norwegia memang sangat protektif terhadap asupan nutrisi atletnya.

Kini, fokus utama tim adalah memastikan seluruh skuad berada dalam kondisi fisik dan mental terbaik. Bagi mereka, makanan mewah bukanlah bintang utamanya. Tujuan akhirnya adalah menyingkirkan segala gangguan non-teknis demi memuluskan langkah di Piala Dunia 2026.

Pos terkait