Sungai Melebar 10 Kali Lipat, Menteri PU Akui Pemulihan Pascabencana Aceh Tertinggal

Sungai Melebar 10 Kali Lipat, Menteri PU Akui Pemulihan Pascabencana Aceh Tertinggal
Menteri PU, Dody Hanggodo saat media gathering di kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2026). Foto: Investortrust/Rizqi P Satria

JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, mengakui pemulihan pascabencana di Aceh masih lambat. Kondisi geografis ekstrem dan kerusakan yang masif menjadi penyebab utama keterlambatan ini. Pemerintah pusat kini memberikan perhatian khusus untuk wilayah tersebut.

Dody menjelaskan bahwa pemulihan bencana nasional dalam enam bulan terakhir sebenarnya berjalan baik. Namun, kondisi alam Aceh menyajikan tantangan yang paling berat. Kerusakan parah terjadi mulai dari wilayah hulu hingga aliran sungai.

Bacaan Lainnya

“Aceh agak tertinggal menurut saya pribadi. Skala kerusakannya memang sangat besar dan masif,” ujar Dody di Jakarta Selatan, Jumat (22/5/2026).

Bencana alam membuat banyak sungai di Aceh melebar hingga sepuluh kali lipat. Fenomena ini memaksa Kementerian PU mengubah total desain jembatan. Akibatnya, pemeliharaan dan pembangunan jembatan permanen menjadi terhambat.

“Kami belum menangani jembatan secara maksimal. Rata-rata sungai di sana mengalami pelebaran dan pendangkalan,” lanjut Dody.

Aliran air dari hulu juga masih membawa ancaman material batu dan kayu saat hujan. Oleh karena itu, Kementerian PU bergerak cepat membangun sabo dam. Fasilitas ini berfungsi mencegah kerusakan susulan di wilayah hilir.

Selain jembatan, sektor irigasi menjadi pekerjaan rumah yang paling berat. Kementerian PU terus memeriksa kelayakan sawah warga yang tertimbun lumpur. Pemerintah ingin memastikan apakah lahan tersebut masih bisa berfungsi.

“Jika terpaksa memindahkan area sawah, kami akan membangun jaringan irigasi yang baru,” tegas Dody.

Pemerintah fokus mempercepat pemulihan sawah dan irigasi di Aceh. Langkah ini mendukung target swasembada pangan 2026 dari Presiden Prabowo Subianto. Kementerian PU juga menggandeng Kementerian Pertanian dalam program ini.

Kementerian PU kini mengaktifkan program padat karya untuk membersihkan pemukiman. Program ini melibatkan warga lokal secara langsung untuk membersihkan rumah mereka. Warga akan menerima upah resmi sesuai standar BPKP.

Dody berencana kembali meninjau Aceh dan Sumatra dalam waktu dekat. Kunjungan ini bertujuan memastikan seluruh program pemulihan berjalan sesuai target.

Pos terkait