Cara Seru Generasi Z Montasik Hidupkan Perpustakaan Lewat Konten Video

Cara Seru Generasi Z Montasik Hidupkan Perpustakaan Lewat Konten Video
Siswa SMA Negeri 1 Montasik saat mengikuti sesi pembuatan video edukatif berbasis literasi di Perpustakaan Kecamatan Montasik, Aceh Besar, Rabu (20/5/2026).

ACEH BESAR – Perpustakaan Kecamatan Montasik kembali menjadi ruang belajar aktif bagi generasi muda. Pada Rabu, 20 Mei 2026, siswa-siswi SMA Negeri 1 Montasik mengikuti kegiatan Studi Literasi. Mereka menghasilkan karya nyata berupa video edukatif sebagai wujud kreativitas berbasis literasi.

Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Aceh Besar menyelenggarakan kegiatan ini untuk mendorong siswa tingkat menengah atas. Mereka tidak hanya sekadar membaca, tetapi juga menyerap, mengolah, dan menyampaikan kembali informasi dari bahan bacaan melalui media kreatif.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini berbeda dari sesi literasi konvensional. Siswa tidak hanya duduk dan membaca dalam diam. Mereka memilih buku, mendiskusikan isinya, lalu menuangkan pemahaman mereka ke dalam format video edukatif untuk publik.

Pendekatan ini sangat tepat untuk Generasi Z yang akrab dengan platform digital. Kegiatan ini memanfaatkan teknologi sebagai jembatan untuk memperkuat budaya literasi.

Jamalidiana, Pengelola Perpustakaan Kecamatan Montasik, menyampaikan harapannya saat pembukaan. “Perpustakaan tidak boleh hanya menjadi tempat menyimpan buku. Perpustakaan harus menjadi ruang lahirnya gagasan. Kami ingin menunjukkan bahwa membaca adalah titik awal dari sebuah karya,” ujar Jamalidiana, Rabu (20/5/2026).

Cut Lia Merisa, salah satu siswa SMA Negeri 1 Montasik, mengungkapkan antusiasmenya. Baginya, kegiatan ini mengubah cara pandang tentang membaca di era digital. “Biasanya kami membaca hanya untuk ujian. Hari ini kami membuat sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Ternyata dari satu buku, kami bisa menghasilkan banyak karya,” kata Cut Lia.

Pernyataan Cut Lia mencerminkan tujuan utama kegiatan ini. Literasi bukan lagi sekadar beban akademis, melainkan keterampilan hidup yang relevan bagi generasi muda.

Kepala SMA Negeri 1 Montasik, Dra. Yusniar, memberikan dukungan penuh. Menurutnya, ruang belajar tidak terbatas pada dinding kelas. “Kami mendukung kegiatan ini karena membentuk siswa yang cerdas, kritis, dan kreatif. Perpustakaan kecamatan adalah aset yang harus dimanfaatkan optimal oleh generasi muda,” ujar Dra. Yusniar.

Kolaborasi ini menunjukkan pentingnya sinergi antara sekolah dan lembaga literasi publik.

Kegiatan ini menghasilkan sejumlah video edukatif. Pihak perpustakaan akan mempublikasikan karya tersebut melalui akun Instagram @perpustakaan_kec.montasik. Langkah ini menjadi kampanye digital untuk meningkatkan budaya membaca.

Tren global saat ini memanfaatkan platform digital untuk menyebarkan literasi. Kehadiran konten edukatif buatan pelajar membuktikan bahwa generasi muda daerah mampu memproduksi informasi secara bertanggung jawab.

Kegiatan ini menjawab tantangan literasi nasional yang masih memerlukan perhatian serius. Berdasarkan survei PISA 2022, Indonesia berada di peringkat 70 dari 81 negara dalam kemampuan literasi membaca. Laporan Perpustakaan Nasional RI tahun 2023 juga mencatat indeks kegemaran membaca masyarakat di angka 66,77.

Di sisi lain, survei APJII 2023 mencatat lebih dari 77 persen pengguna internet Indonesia berasal dari kalangan pelajar. Ini merupakan potensi besar untuk mengarahkan mereka pada konsumsi dan produksi konten edukatif.

Studi Literasi bersama SMA Negeri 1 Montasik membuktikan bahwa Perpustakaan Kecamatan Montasik mampu menjadi pusat inovasi pendidikan. Kolaborasi antara pengelola, sekolah, dan siswa berhasil menghidupkan kembali semangat belajar di ruang tersebut.

Jamalidiana menutup kegiatan dengan harapan tegas. “Kami ingin gerakan ini terus tumbuh. Setiap elemen masyarakat Montasik harus menjadi bagian dari perubahan ini. Perpustakaan ini milik kita bersama,” pungkasnya.

Video karya siswa SMA Negeri 1 Montasik bukan sekadar tugas biasa. Karya ini membuktikan bahwa pendekatan yang tepat mampu menyalakan kembali api literasi bagi generasi yang lebih akrab dengan layar daripada lembaran buku. **

Pos terkait