Perkuat Ekonomi Aceh, Mualem Teken Kerja Sama Rp1,06 Triliun dengan Jawa Tengah

Perkuat Ekonomi Aceh, Mualem Teken Kerja Sama Rp1,06 Triliun dengan Jawa Tengah
Foto: Pemprov Jateng

BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, resmi menyepakati kolaborasi strategis lintas provinsi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah guna memacu pembangunan dan menciptakan ekosistem ekonomi baru di Serambi Mekkah. Kesepakatan bernilai investasi Rp1,06 triliun tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) di Kantor Gubernur Aceh, Kamis (23/4).

Langkah ini dipandang Muzakir sebagai momentum penting bagi Aceh untuk mengadopsi skema collaborative government. Dalam kerja sama berdurasi satu tahun ini, sektor yang disasar mencakup penguatan organisasi perangkat daerah (OPD), sinergi BUMD, hingga pemberdayaan pengusaha muda.

Bacaan Lainnya

Muzakir menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar seremonial, melainkan upaya konkret untuk memberikan motivasi tambahan dalam percepatan pembangunan di Aceh.

“Kita berharap ini memberikan motivasi lebih kepada kami untuk membangun Aceh. Kedepan, komunikasi akan lebih intensif, terutama dari segi perdagangan dan peningkatan kapasitas aparatur negara,” ujar pria yang akrab disapa Mualem tersebut, Jumat (24/4).

Secara teknis, kerja sama ini menyentuh urat nadi perekonomian daerah. Nilai terbesar mengalir pada sektor Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebesar Rp696,2 miliar. Sinergi ini melibatkan PT Pembangunan Aceh (Pema) dengan PT JTAB dan PT JPEN milik Jateng, serta penguatan sektor keuangan melalui kolaborasi Bank Syariah Aceh dengan Bank Jateng.

Selain itu, Mualem mendorong keterlibatan sektor swasta melalui Kadin dan Hipmi Aceh dengan nilai komitmen mencapai Rp230 miliar. Di level birokrasi, kerja sama antar-OPD senilai Rp138,56 miliar akan difokuskan pada ketahanan pangan, penanaman modal, perindustrian, hingga sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Mualem juga memberikan apresiasi khusus terhadap model kepemimpinan di Jawa Tengah. Menurutnya, Jateng merupakan provinsi strategis dengan basis penduduk besar yang berhasil mengoordinasikan jajaran pemerintahan secara efektif.

“Kami melihat koordinasi di sana berjalan sangat baik dari tingkat atas sampai bawah. Hal-hal positif seperti ini yang ingin kita bawa untuk kemajuan Aceh,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan bahwa skema business to business (B to B) ini merupakan langkah awal untuk menggali potensi masing-masing daerah agar dapat tumbuh bersama.

Tak hanya di level provinsi, kerja sama ini juga merambah ke tingkat kabupaten, di mana Kabupaten Gayo Lues disepakati untuk berkolaborasi dengan Kabupaten Klaten di bidang pariwisata, budaya, dan industri dengan nilai awal Rp1 miliar. **

Pos terkait