Sekda Aceh: Pengungsi di Tenda Darurat Tersisa 36 Keluarga

Sekda Aceh: Pengungsi di Tenda Darurat Tersisa 36 Keluarga
PEMUTAKHIRAN DATA PENGUNGSI - Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, menyampaikan pemutakhiran data pengungsi bencana hidrometeorologi. Per 2 April 2026, pengungsi yang masih berada di tenda tersisa 36 KK, sementara progres pembangunan hunian sementara telah mencapai 88,23 persen.

BANDA ACEH – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menyatakan jumlah pengungsi korban bencana hidrometeorologi yang bertahan di tenda darurat terus menunjukkan tren penurunan signifikan. Berdasarkan data terbaru per 2 April 2026, jumlah keluarga yang masih menempati tenda kini tersisa 36 Kepala Keluarga (KK).

“Jumlah pengungsi di tenda sudah jauh berkurang. Saat ini tinggal 36 KK, selebihnya berada di gedung pemerintah atau rumah masyarakat sambil menunggu hunian sementara,” ujar M. Nasir dalam keterangannya di Banda Aceh, Jumat, 3 April 2026.

Bacaan Lainnya

Secara kumulatif, total pengungsi di seluruh Aceh tercatat sebanyak 3.999 KK. Dari jumlah tersebut, mayoritas atau sebanyak 3.963 KK telah menempati rumah kerabat maupun fasilitas publik milik pemerintah, sementara hanya sebagian kecil yang masih bertahan di tenda.

Data satgas penanggulangan bencana menunjukkan progres pemulihan yang cukup cepat. Pada awal pendataan 19 Maret 2026, total pengungsi sempat menyentuh angka 4.748 KK, dengan 69 KK di antaranya berada di tenda.

Namun, dalam kurun waktu kurang dari dua pekan, terjadi penurunan sebanyak 749 KK. “Tren ini menggembirakan karena masyarakat mulai mendapatkan kepastian tempat tinggal,” lanjut Nasir.

Adapun sebaran pengungsi terbanyak saat ini masih berada di Kabupaten Aceh Tamiang dengan total 1.622 KK (26 KK di antaranya di tenda). Diikuti oleh Aceh Utara (1.164 KK), Aceh Tengah (352 KK), Gayo Lues (330 KK), dan Pidie Jaya (238 KK). Di empat kabupaten terakhir, seluruh pengungsi dilaporkan sudah tidak lagi menempati tenda darurat.

Sekda Aceh menegaskan bahwa berkurangnya jumlah warga di pengungsian tidak lepas dari percepatan pembangunan Hunian Sementara (Huntara). Hingga 31 Maret 2026, progres fisik pembangunan huntara di berbagai wilayah terdampak telah mencapai 88,23 persen.

Dari target total 17.281 unit huntara, sebanyak 15.247 unit telah rampung dikerjakan. Bahkan, 13.127 unit di antaranya sudah mulai dihuni oleh warga terdampak.

“Pembangunan huntara terus kita kebut agar masyarakat segera keluar dari lokasi pengungsian dan mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak serta manusiawi,” pungkas M. Nasir. **

Pos terkait