BANDA ACEH – Cabang Olahraga (Cabor) Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (Pordi) Provinsi Aceh resmi terbentuk. Hal ini ditetapkan melalui Surat Keputusan Pengurus Besar (PB) Pordi Nomor: SKEP-54/PB PORDI/IX/2025 tentang Susunan dan Komposisi Pengurus Pordi Provinsi Aceh Periode 2025–2029, yang ditandatangani Ketua PB Pordi, Dr. H. Andi Jamaro Dulung, di Jakarta pada 17 September 2025.
Ketua Pengprov Pordi Aceh, Mawardi alias Danton, menyebut domino kini telah sejajar dengan cabang olahraga lainnya dan akan segera bernaung di bawah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
“Domino bukan sekadar permainan, tetapi sudah menjadi cabang olahraga yang memiliki aturan, teknik, event resmi, dan organisasi yang terstruktur,” kata Mawardi usai menerima SK dari PB Pordi, Minggu (21/9/2025).
Ia berharap, kehadiran Pordi di Aceh mampu melahirkan atlet-atlet yang bisa berkompetisi hingga ke tingkat nasional. Danton juga mengimbau masyarakat agar tidak memandang domino secara negatif atau mengaitkannya dengan aktivitas perjudian.
Menurutnya, secara nasional Pordi telah mendapatkan legitimasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan bahwa organisasi tersebut bebas judi dan halal.
Selain itu, Mawardi berharap kepengurusan Pordi Aceh dapat membawa olahraga domino ke level yang lebih profesional serta mencetak prestasi baru, baik di tingkat nasional maupun internasional.






