Aceh Besar, INFONANGGROE.com – Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kompetensi guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Besarbekerja sama dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsyiah menggelar Pelatihan Instruktur Senam Anak Indonesia Hebat dan Tes Kebugaran Jasmani bagi guru PJOK tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Aceh Besar. Selasa, 07 Oktober 2025.
Kegiatan yang berlangsung pada 7–11 Oktober 2025 di Aula SMPN 3 Ingin Jaya, Aceh Besar, ini disambut dengan antusias tinggi oleh para peserta. Tujuannya adalah memberikan penyegaran, peningkatan pengetahuan, dan keterampilan praktis bagi guru PJOK agar dapat menerapkan pembelajaran jasmani yang inovatif, menyenangkan, serta sesuai dengan perkembangan peserta didik di sekolah masing-masing.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh Besar, Dr. Agus Jumaidi, M.Pd, dalam sambutannya menegaskan bahwa guru PJOK memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, kedisiplinan, dan kebugaran siswa.
“Guru PJOK bukan hanya mengajarkan olahraga, tetapi juga menanamkan nilai sportivitas, kerja sama, dan semangat hidup sehat bagi generasi muda. Melalui pelatihan ini, diharapkan para guru dapat menjadi motor penggerak dalam mewujudkan siswa yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” ujarnya.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber profesional dari FKIP Unsyiah, dengan materi yang mencakup:
• Konsep dan Gerakan Senam Anak Indonesia Hebat
• Penerapan Tes Kebugaran Jasmani bagi Siswa SD dan SMP
• Teknik Evaluasi Kebugaran serta Perencanaan Program Aktivitas Jasmani di Sekolah
• Praktik Lapangan dan Simulasi Senam Bersama
Selain sesi pelatihan, para peserta juga mengikuti uji kebugaran jasmanimenggunakan instrumen standar nasional untuk mengetahui tingkat kebugaran fisik guru PJOK. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadikan guru sebagai teladan gaya hidup sehatbagi para siswa.
Para peserta mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. Kegiatan tersebut menjadi sarana berbagi pengalaman, mempererat silaturahmi antarguru, serta memperluas wawasan tentang pendekatan pembelajaran jasmani yang kreatif dan efektif.
“Kegiatan seperti ini sangat penting karena memberikan inspirasi baru dalam mengajarkan senam dan kebugaran di sekolah. Kami merasa lebih siap dan percaya diri untuk membimbing siswa menuju kehidupan yang sehat dan aktif,” ungkap salah satu guru peserta dari Kecamatan Mesjid Raya.
Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan Aceh Besarberharap seluruh guru PJOK dapat menjadi instruktur andalyang mampu menularkan semangat kebugaran jasmani kepada siswa serta menciptakan lingkungan sekolah yang aktif, sehat, dan produktif.






