Status Gunung Burni Telong Naik Jadi Waspada, Warga Diminta Jauhi Kawah

Status Gunung Burni Telong Naik Jadi Waspada, Warga Diminta Jauhi Kawah
Pendaki melewati kawasan hutan tropis menuju ke puncak Gunung Burni Telong (2.624 mdpl) di Kabupaten Bener Meriah, 24 Maret 2021. Antara/Khalis

BANDA ACEH, INFONANGGROE – Badan Geologi resmi menaikkan status aktivitas vulkanik Gunung Burni Telong dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada). Gunung api yang menjulang setinggi 2.624 meter di atas permukaan laut itu berada di wilayah Kabupaten Bener Meriah, Aceh.

Peningkatan status ini didasari oleh aktivitas seismik yang mengalami lonjakan cukup signifikan selama sebulan terakhir, terutama pada periode 22–24 Juli 2025. Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, menyebutkan bahwa data tersebut menunjukkan adanya peningkatan aktivitas magma maupun sistem hidrotermal di dalam tubuh gunung. “Meskipun tidak terjadi secara terus-menerus, peningkatan ini tetap perlu diwaspadai,” ujar Wafid, dikutip tempo.co, Sabtu, 2 Agustus 2025.

Berdasarkan catatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), selama periode 1 Juli hingga 2 Agustus 2025 tercatat 11 kali gempa vulkanik dangkal, 121 gempa vulkanik dalam, 24 gempa tektonik lokal, serta 60 gempa tektonik jauh. Gunung Burni Telong sendiri termasuk ke dalam kategori stratovolcano, yang dikenal memiliki letusan eksplosif dan berpotensi membahayakan kawasan sekitarnya.

Dengan peningkatan status tersebut, Badan Geologi mengimbau masyarakat serta wisatawan agar tidak beraktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari kawah aktif. Selain itu, warga juga diminta menghindari area fumarol dan solfatara, terutama saat cuaca mendung atau hujan, karena akumulasi gas beracun di wilayah itu dapat mengancam keselamatan.

PVMBG saat ini terus meningkatkan pemantauan dan siap mengeluarkan peringatan lebih lanjut jika terjadi eskalasi aktivitas. Pemerintah daerah pun diharapkan bersiaga dalam mengantisipasi segala kemungkinan yang dapat timbul dari aktivitas vulkanik tersebut.

Pos terkait