INFONANGGROE – Marc Marquez enggan menanggapi isu ketidakpastian masa depan Jorge Martin bersama Aprilia, setelah sang juara bertahan MotoGP itu dikabarkan berselisih dengan tim terkait klausul performa dalam kontraknya.
Bintang tim pabrikan Ducati tersebut memilih untuk tidak ikut campur, sembari menegaskan bahwa keputusannya meninggalkan Honda pada akhir musim 2023, meski kontraknya masih tersisa satu tahun adalah kasus yang berbeda.
“Saya ingin menunggu sampai Martin atau timnya berbicara tentang hal itu, karena kita tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Marquez, dikutip Crash.
“Saya sudah melihat pernyataan dari Aprilia, tapi itu hal yang wajar karena mereka ada di sini dan media pasti akan bertanya banyak.”
Ketegangan antara Martin dan Aprilia disebut-sebut dipicu oleh klausul performa dalam kontrak baru berdurasi dua tahun. Rumor pun mencuat bahwa Martin berpotensi hengkang sebelum kontrak berakhir.
Menanggapi isu tersebut, Aprilia mengeluarkan pernyataan resmi menjelang MotoGP Inggris akhir pekan ini:
“Kontrak antara Aprilia Racing dan Jorge Martín sah dan berlaku, dan karenanya harus dihormati oleh kedua belah pihak hingga akhir 2026.
Aprilia Racing membantah adanya negosiasi terkait perubahan durasi kontrak dan menegaskan komitmen pada kesepakatan awal.
Tim tidak akan mengomentari hal-hal yang bukan menjadi kewenangannya, namun mengharapkan tim lain tidak memberikan tawaran kepada pebalap yang masih terikat kontrak. Perilaku seperti itu dianggap tidak sah.”
Ketika ditanya apakah situasi Martin mirip dengan keputusannya hengkang dari Honda, Marquez menjawab tegas bahwa kondisinya sangat berbeda.
“Saya pikir situasi saya benar-benar berbeda. Pertama, karena saya mengalami banyak cedera dalam empat tahun terakhir. Kedua, saya dan tim berhasil meraih enam gelar dunia bersama Honda,” kata juara dunia delapan kali itu.
“Kami punya hubungan yang luar biasa, bahkan hingga sekarang. Dan terus terang saja, gaji saya waktu itu terlalu besar jika dibandingkan dengan hasil balapan finis ke-10, 11, atau 13. Honda butuh mengalokasikan anggaran untuk proyek jangka panjang mereka, bukan hanya untuk satu pebalap.”
Saat ini, Marc Marquez tengah dalam performa impresif bersama Ducati. Ia unggul 22 poin atas adiknya, Alex Marquez, menjelang seri MotoGP Inggris.
Marquez belum terkalahkan di Sprint Race musim ini dengan raihan enam kemenangan dari enam balapan, ditambah tiga kemenangan di Grand Prix. Ia hanya kalah sekali saat finis kedua di Le Mans, sementara dua balapan lainnya ia gagal finis akibat kecelakaan.






