INFONANGGROE.COM – Marc Marquez akhirnya membuka tabir di balik kebangkitannya yang spektakuler musim ini. Juara bertahan MotoGP 2026 itu mengakui satu kunci utama: dengan sengaja mencari batas kemampuan motor sejak hari Jumat. Langkah ini ia tempuh agar tidak melakukan kesalahan fatal saat balapan berlangsung.
Persaingan musim ini berlangsung sengit. Lima pebalap teratas di klasemen hanya terpisah 24 poin. Karena itu, konsistensi menjadi segalanya dalam perburuan gelar juara dunia.
Marquez kini menjelma sebagai salah satu pebalap paling stabil. Ia menyapu bersih Sprint Race dan Grand Prix Jerman. Hasil itu mengantarnya ke peringkat ketiga klasemen dengan selisih hanya 18 poin dari puncak.
Capaian ini luar biasa mengingat perjalanannya terjal di awal musim. Marquez menjalani operasi saraf kejepit di lengan kanan usai MotoGP Italia di Mugello. Saat kembali, ia tertinggal 102 poin dari pemuncak. Kini, jarak itu tinggal 18 poin.
“Aprilia tampil sangat cepat tahun ini. Mereka terus meningkatkan performa,” puji Marquez kepada Crash.net, menyoroti penampilan Jorge Martin, Ai Ogura, dan Marco Bezzecchi.
Marquez lalu membeberkan pendekatan baru yang selalu ia terapkan sejak awal akhir pekan balapan. Strategi ini lahir dari rasa frustrasi di awal musim. Saat itu, kondisi saraf di lengan kanannya belum pulih. Ia kerap jatuh tanpa tahu penyebabnya.
“Saya mencoba membuat kesalahan pada hari Jumat. Saya mengandalkan insting sejak awal,” ungkap pebalap asal Spanyol itu.
“Saya lebih memilih jatuh di hari Jumat untuk memahami batas motor. Dengan begitu, saya bisa bertahan di balapan, seperti yang saya lakukan di Assen.”
“Awal musim berbeda. Saat saraf saya bermasalah, saya sering jatuh tanpa peringatan sama sekali. Sekarang, kondisi fisik saya justru menjadi pembatas di beberapa area. Itu membantu saya lebih mengenali batas diri,” tambahnya.
Perubahan pendekatan ini terbukti manjur. Dalam lima seri terakhir sejak Mugello, Marquez mengoleksi 133 poin terbanyak di antara semua pebalap. Hanya Ai Ogura yang mendekati dengan 117 poin.
Meski performanya kini moncer, Marquez tak memungkiri bahwa paruh pertama musim 2026 menjadi salah satu periode tergelap dalam kariernya. Hingga seri Jerman, ia sudah mencatat 11 kali kecelakaan. Angka ini nyaris menyamai total 14 crash sepanjang musim 2025.
“Anda tidak bisa membayangkan seberapa berat dan menegangkan paruh pertama musim ini bagi saya,” ujar Marquez penuh emosi.
“Lima balapan pertama sangat sulit. Saya tidak mengerti apa yang terjadi. Saya terus terjatuh tanpa tahu sebabnya. Saraf saya sama sekali tidak memberi sinyal peringatan,” kenangnya.






