BOLOGNA – Peluang Marc Marquez untuk mengukir sejarah baru di panggung MotoGP kini terbuka lebar. Kendati demikian, pembalap asal Spanyol itu menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak tertarik menjadikan pemecahan rekor sebagai target utamanya.
Kans Marquez untuk menambah deretan prestasi memang kian membesar setelah Ducati mengamankan jasanya lewat perpanjangan kontrak berdurasi dua musim. Dengan masa bakti yang panjang di tim pabrikan top, ia punya modal kuat untuk menyamai bahkan melampaui catatan para pembalap legendaris.
Secara statistik, posisi Marquez saat ini sudah sangat dekat dengan dua ikon besar MotoGP. Tambahan satu gelar juara dunia lagi akan membuat koleksi trofinya sejajar dengan Giacomo Agostini. Sementara itu, ia hanya butuh 14 kemenangan lagi untuk menyamai rekor podium pertama milik musuh bebuyutannya, Valentino Rossi.
Namun, alih-alih berambisi mengejar statistik tersebut, pembalap berjuluk The Baby Alien ini mengaku enggan menghabiskan sisa kariernya hanya untuk menghitung angka kemenangan.
“Saya hanya ingin terus menikmati pekerjaan yang saya cintai selama beberapa tahun ke depan,” ungkap Marquez tegas.
Menurutnya, banyak atlet profesional yang justru kehilangan rasa cinta terhadap olahraga yang membesarkan nama mereka sendiri. Hal itu terjadi karena mereka terlalu lama mendekam di bawah tekanan berat, hantaman cedera, hingga ekspektasi publik yang mencekik di penghujung karier.
“Saya sering melihat atlet mengakhiri perjalanan mereka dengan rasa kecewa terhadap olahraga yang selama ini menjadi hidupnya. Biasanya itu terjadi karena mereka harus melalui cedera parah, tekanan besar, atau hasil yang tidak sesuai harapan di akhir karier,” tambah eks jagoan Honda tersebut.
Atas dasar trauma cedera masa lalu itulah, Marquez kini memilih untuk menikmati setiap putaran di lintasan balap. Bagi sang juara dunia delapan kali, bisa pensiun dari MotoGP dengan senyuman dan tanpa penyesalan jauh lebih bernilai ketimbang piala yang berdebu di lemari rekor.






