BANDA ACEH, INFONANGGROE – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badan Koordinasi (BADKO) Aceh menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Kantor Komunitas Tikar Pandan, Geuceu Iniem, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh, pada Jumat, (28/2/2023).
Diskusi ini dihadiri oleh pengurus dan anggota HMI dari berbagai cabang di Aceh. Hadir sebagai pemateri, Yulfan SH, MH, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Syiah Kuala, serta Presiden Mahasiswa Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.
FGD mengangkat tema “Indonesia Gelap: Evaluasi Kebijakan Pemerintah dalam Menghadapi Permasalahan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial.” Forum ini menjadi wadah diskusi konstruktif bagi peserta untuk menggali solusi atas permasalahan ekonomi dan sosial yang dihadapi, serta merumuskan langkah strategis bagi HMI dalam upaya menciptakan perubahan positif di Aceh.
Ketua HMI BADKO Aceh, Reza Hendra Putra, SH,MH mengatakan, bahwa diskusi ini menjadi ruang dialog konstruktif bagi pemuda dan mahasiswa dalam menghadapi tantangan zaman.
Dalam pemaparannya, Yulfan menyebut bahwa konsep “Indonesia Gelap” lebih mencerminkan kondisi kesenjangan sosial. “Gelap ke bawah, gemerlap ke atas,” katanya.
Menurutnya, situasi ini menunjukkan bahwa keterpurukan ekonomi lebih dirasakan oleh kalangan proletar, sementara kaum borjuis tetap diuntungkan.
Sementara itu, Presiden Mahasiswa UIN Ar-Raniry menyinggung persoalan dwifungsi ABRI dan peran media dalam membentuk opini publik, yang menurutnya menjadi indikator lain dari kondisi “Indonesia Gelap.” Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa USK juga menyoroti dampak efisiensi anggaran terhadap dunia pendidikan, terutama perguruan tinggi.
HMI BADKO Aceh berharap diskusi ini dapat meningkatkan kualitas pemikiran dan aksi sosial mahasiswa dalam menghadapi tantangan zaman, serta mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Aceh.
Selain FGD, acara ini juga diisi dengan tradisi Meugang menjelang Ramadan. Tradisi ini dihadiri oleh pengurus Badko HMI Aceh serta sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda. Meugang menjadi momen berbagi kebahagiaan sekaligus mempererat silaturahmi antaranggota dan masyarakat.






